Pemuda Muhammadiyah Desak Investigasi Kasus ABK di Kapal China

Jum'at, 08 Mei 2020 - 09:18 WIB
Pemuda Muhammadiyah mendesak pemerintah melakukan investigasi kasus eksploitasi ABK Indonesia di kapal China. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Eksploitasi terhadap 18 orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal China bernama Long Xing menyita perhatian banyak pihak, termasuk Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin menilai para ABK selalu mengalami eksploitasi seperti eksploitasi keuangan (financial exploitation), eksploitasi buruh (labour exploitation), kekerasan fisik (physical abuse), dan manipulasi psikologis (psychological manipulation).



"Peristiwa seperti ini terus berulang, tindakan eksploitasi, penyiksaan, ketidakadilan dan menjadi budak kapal perikanan asing di tengah laut," kata Razikin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020).

Menurut dia, apa yang dialami para ABK asal Indonesia merupakan kasus human trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas Negara (trans-border) dan terselubung (underground). "Kasus seperti ini sulit untuk ditanggulangi, mengingat modus operandinya sangat sistematis. Karena itu perlu penanganan khusus," kata dia. ( Baca juga: GP Ansor Kutuk Tindakan Kapal China Buang 3 ABK Indonesia ke Laut )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!