Jadi Korban Perundungan, Siswa SD di Malang Alami Pembengkakan dan Pendarahan Otak

Sabtu, 26 November 2022 - 01:00 WIB
loading...
Jadi Korban Perundungan, Siswa SD di Malang Alami Pembengkakan dan Pendarahan Otak
ilustrasi
A A A
MALANG - Siswa Sekolah Dasar (SD) di Malang yang mengalami perundungan dari kakak kelasnya masih tergolek lemas di ruang perawatan rumah sakit. MW (7) siswa kelas II SDN Jenggolo Kepanjen ini masih terpasang infus dan dalam pengawasan ketat pihak medis.

Edi Subandi, ayah korban mengaku kondisi anaknya memang berangsur-angsur membaik. Tapi temuan baru disampaikan pihak dokter dari hasil CT scan yang baru keluar Kamis malam kemarin yang tergolong mengejutkannya dan istrinya.

“Keterangan dari Dokter hasil CT scan baru dikasih tahu tadi malam jam 7-an, untuk hasilnya ada pembengkakan di otak. Ada pembengkakan di otak dan pendarahan hampir menyeluruh, analisanya dokter seperti itu,” ucap Edi Subandi ditemui MPI pada Jumat malam (25/11/2022) di RSI Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Baca juga: Bus Harapan Jaya Ugal-ugalan Tabrak Motor hingga Pengendara Tewas

Luka ini pulalah yang membuat MW terpaksa harus menjalani perawatan lanjutan di dokter saraf. Namun ia tak mengetahui langkah selanjutnya dari tim dokter, karena masih harus menunggu saran – saran setelah ini.

“Disarankan mau dirujuk ke dokter saraf, lanjutan pengobatannya. Langkah-langkah selanjutnya kita juga belum tahu, kita nanti ikut saran dokter,” ucapnya.

Pria berusia 39 tahun menduga luka dalam yang cukup parah di kepala itu akibat tendangan dan adanya benturan. Apalagi dari kondisi fisik luar kepala anaknya terlihat ada benjolan di atas dan bagian belakang.

“Kalau lihat ceritanya Brian ini kayaknya bekas tendangan. kayaknya bekas benturan karena benjol kepalanya belakang sama atas,” kata dia.

Namun diakuinya kondisi anaknya mulai lahap memakan makanan dan bisa lebih mudah diajak berbicara dibandingkan hari – hari sebelumnya. Meski demikian kondisi psikisnya masih belum menerima adanya keramaian – keramaian, yang bisa berimbas pada ia sedikit emosional.

“Bicaranya juga bisa mengeluarkan lebih banyak lagi kata-kata. Cuma masih pusing yang dirasakan, nggak bisa menerima cahaya, sama kebisingan. Jadi matanya itu yang satu kalau kena sinar dia pusing. Yang sebelah kanan matanya itu geser jadi nggak normal, kalau yang sebelah kiri normal,” bebernya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3287 seconds (11.97#12.26)