Budidaya Pepaya Kalifornia Keerom Tetap Menjanjikan di Tengah Naiknya Harga BBM

Jum'at, 25 November 2022 - 03:29 WIB
loading...
Budidaya Pepaya Kalifornia Keerom Tetap Menjanjikan di Tengah Naiknya Harga BBM
Andreci Jati Prakosa, petani buah di Arso 3 Kampung Jaifuri Distrik Skanto Kabupaten Keerom, Papua saat menunjukkan buah pepaya jenis kalifornia di ladangnya. Foto: MPI/Sandi Gaming
A A A
KEEROM - Prospek pertanian buah di Kabupaten Keerom tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan di tengah naiknya harga BBM, buah pepaya jenis kalifornia ini masih menjanjikan bahkan nilainya bisa menembus puluhan juta rupiah per bulan.

Hasil melimpah ini diakui salah satu petani buah di Arso 3 Kampung Jaifuri Distrik Skanto Kabupaten Keerom, Andreci Jati Prakosa.

Dia mengaku, dari 7 lokasi ladangnya, dengan perkiraan total 5 Hektar lebih lahan yang ditanami buah Pepaya Kalifornia mampu menghasilkan 10-12 juta lebih, bahkan di waktu tertentu mampu menembus 15 juta per bulan.

Baca juga: 500 Mahasiswa Puncak Jaya Rasakan Manfaat Beasiswa Dana Otsus Papua

"Itu dalam satu minggu tiga kali panen, dan pedagang yang datang ke sini, jadi di kisaran itu penghasilan kotornya,” kata Andreci saat ditemui di ladang pepayanya.

Menurutnya, pertanian buah Pepaya jenis Kalifornia menguntungkan, dengan biaya perawatan yang tidak terlalu besar, dibanding dengan komoditas lain yang perawatannya lebih rumit dengan biaya yang lebih tinggi.



"Kalau komoditas lain kan perawatannya mahal, obatnya, pupuknya dan lainnya, itu lebih rumit dan mahal, kalau Pepaya Kalifornia ini relatif tidak terlalu rumit dan mahal. Penyemprotan hama dan pemupukan tidak sering-sering dilakukan,” ujarnya.

Dikatakan lagi, permintaan pepaya jenis kalifornia juga masih relatif stabil, ketimbang buah-buah lain, seperti jeruk dan jambu kristal.

Baca juga: Tokoh Muda Keerom Imbau Para Pemuda Lawan Segala Bentuk Korupsi

"Kalau jambu kristal ini musiman, dan permintaan kurang, sama dengan jeruk, harganya kadang murah. Kalau Pepaya ini lebih stabil, ya meski ada perbedaan akibat kenaikan harga BBM. Namun secara keseluruhan permintaan relatif stabil,"ucapnya.

Untuk permintaan pasar akan buah di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura tergolong tinggi. Banyak swalayan dan permintaan pasar tradisional, membuat petani buah Arso masih eksis, meski petani buah cukup banyak di Kabupaten Keerom.

"Kabupaten Keerom ini sudah jadi penyuplai buah, sayur dan lainnya. Jadi permintaan dari pasar tradisional dan swalayan semua tercover dari Kabupaten Keerom, kalau dari tempat lain ada namun sedikit. Jadi ini masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan,"pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1621 seconds (10.101#12.26)