Gegara Cetak Uang Palsu, Pemuda Palembang Ini Kembali Dipenjara

Sabtu, 19 November 2022 - 08:32 WIB
loading...
Gegara Cetak Uang Palsu, Pemuda Palembang Ini Kembali Dipenjara
Epin Mayandi kembali ditangkap Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel karena kasus pencetakan uang palsu. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A A A
PALEMBANG - Epin Mayandi (36), warga Palembang, Sumsel seperti tak kapok dipenjara. Kini dia kembali harus dimasukkan ke tahanan karena kasus pencetakan uang palsu.

Warga Jalan Gotong Royong III, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang, kembali harus mendekam di jeruji besi dengan kasus yang sama.

Baca juga: Aparatur Desa Nekat Edarkan Uang Palsu

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Agus Prihandinika mengatakan, bahwa penangkapan pelaku pembuatan uang palsu tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Pelaku ini membuat, mencetak hingga mengedarkan sendiri uang palsu mulai dari pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 10 ribu. Total uang palsu yang sudah dibuatnya yakni sebanyak Rp 5 juta yang digunakannya untuk membeli handphone dan belanja kebutuhan sehari hari," ujar Kompol Agus dikutip Sabtu (19/11/2022).

Dijelaskan Agus, pelaku membuat dan mencetak uang palsu dengan menggunakan printer sebagai pencetak dan memfoto kopi uang asli dengan kertas putih. Setelah uang berhasil di printer atau dicetak, kemudian disemprot dengan cat pilox warna emas.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 244 KUHP Junto pasal 36 ayat 1,2,3 Undang-Undang No 7 tahun 2011 dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara," jelasnya.

Baca juga: ASN Guru Madrasah di Grobogan Habiskan Rp3 Miliar Bangun Jaringan Bisnis Uang Palsu

Sementara itu di hadapan penyidik, Epin mengaku belajar membuat uang palsu tersebut dari YouTube.

"Tanggal 6 November tadi saya beli printer dan kertas putih untuk mencetak uang palsu dengan modal sekitar Rp3 juta. Uang asli saya letakan diatas printer bolak balik. Setelah dicetak lalu saya semprot dengan cat pilox warna emas," jelasnya.



Epin mengaku, bahwa dari 6 November dirinya telah membuat uang palsu sebanyak Rp5 juta, dengan rincian pecahan uang kertas campuran Rp100.000, Rp50.000 dan Rp10.000.

"Uang palsu yang saya buat dipakai sendiri, belanja di warung kebetulan beli handphone melalui COD seharga Rp900.000 yang transaksinya malam hari," akunya.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3336 seconds (10.177#12.26)