ASN Guru Madrasah di Grobogan Habiskan Rp3 Miliar Bangun Jaringan Bisnis Uang Palsu
Sabtu, 05 November 2022 - 15:21 WIB
loading...
Ilustrasi uang palsu. Foto: Istimewa
A
A
A
KEDIRI - Tim gabungan Polda Jawa Timur dan Polres Kediri, membongkar pabrik uang palsu jaringan antarprovinsi. Ternyata, jaringan ini diotaki oleh seorang ASN berinisial SD, di Grobogan, Jawa Tengah.
Kasus ini sendiri terbongkar setelah penangkapan seorang ibu rumah tangga berinisial MT (52) di Ngadiluwih, Kediri.
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, dari keterangan MT juga diketahui bahwa uang palsu itu telah beredar luas di masyarakat.
Baca juga: Pabrik Uang Palsu Senilai Rp1,26 Miliar di Sukoharjo Digerebek Polisi
"Dari pemeriksaan terungkap, bahwa MT telah beberapa kali melakukan transaksi iuang palsu. Terakhir, dia melakukan titip transfer di agen resmi Brilink menggunakan 9 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, dan dicampur dengan uang pecahan Rp50 ribu asli," katanya, Sabtu (5/11/2022).
Aksi MT dicurigai oleh petugas bank yang kemudian melapor ke Polres Kediri. Tidak lama berselang, petugas pun datang menjemput MT dan melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa MT membeli uang palsu seharga Rp35 juta melalui SD yang merupakan otak sekaligus pemilik pabrik uang palsu. Dia berdalih, membeli uang palsu karena bangkrut.
Kasus ini sendiri terbongkar setelah penangkapan seorang ibu rumah tangga berinisial MT (52) di Ngadiluwih, Kediri.
Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, dari keterangan MT juga diketahui bahwa uang palsu itu telah beredar luas di masyarakat.
Baca juga: Pabrik Uang Palsu Senilai Rp1,26 Miliar di Sukoharjo Digerebek Polisi
"Dari pemeriksaan terungkap, bahwa MT telah beberapa kali melakukan transaksi iuang palsu. Terakhir, dia melakukan titip transfer di agen resmi Brilink menggunakan 9 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu, dan dicampur dengan uang pecahan Rp50 ribu asli," katanya, Sabtu (5/11/2022).
Aksi MT dicurigai oleh petugas bank yang kemudian melapor ke Polres Kediri. Tidak lama berselang, petugas pun datang menjemput MT dan melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa MT membeli uang palsu seharga Rp35 juta melalui SD yang merupakan otak sekaligus pemilik pabrik uang palsu. Dia berdalih, membeli uang palsu karena bangkrut.
Lihat Juga :