Legislator DPRD Palopo Dukung Penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila
Rabu, 08 Juli 2020 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
API Pancasila Palopo, mendesak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan memproses hukum para aktor pengusul RUU HIP, karena diduga perbuatan ini melawan hukum tentang makar, sebagaimana dialami sejumlah pihak termasuk ulama di Indonesia selama ini.
Salah seorang tokoh agama di Kota Palopo, H Jamal mengatakan, umat Islam sampai saat ini tidak melupakan sejarah pembantaian muslim, kiyai dan santri oleh PKI.
Baca juga: Dewan Diminta Bentuk Tim untuk Awasi Anggaran COVID-19 Pemkot Palopo
"Jika kita sekarang tidak menjadi PKI bukan tidak mungkin anak cucu kita ke depan jadi PKI. Hati-hati RUU HIP ini hanya ditunda tidak dibatalkan, olehnya itu kami tuntut RUU ini dengan tegas untuk dibatalkan," ujarnya.
Ketua FPI Palopo, Ishaq Idris dan Ketua Ikatan Da'i Indonesia Palopo mengatakan, memang saat ini secara legal PKI tidak ada di Indonesia, namun bukan berarti pengikutnya tidak ada, begitupun dengan paham komunis.
"Kami menilai RUU HIP adalah jalan awal legalitas PKI di Indonesia, olehnya itu kami menuntut jangan dilanjutkan, batalkan niat ini. Jika pemerintah berkeras, kami akan turun kembali dengan jumlah yang lebih besar dan dengan semangat jihad di jalan Allah SWT," tegas kedua tokoh ini.
Salah seorang tokoh agama di Kota Palopo, H Jamal mengatakan, umat Islam sampai saat ini tidak melupakan sejarah pembantaian muslim, kiyai dan santri oleh PKI.
Baca juga: Dewan Diminta Bentuk Tim untuk Awasi Anggaran COVID-19 Pemkot Palopo
"Jika kita sekarang tidak menjadi PKI bukan tidak mungkin anak cucu kita ke depan jadi PKI. Hati-hati RUU HIP ini hanya ditunda tidak dibatalkan, olehnya itu kami tuntut RUU ini dengan tegas untuk dibatalkan," ujarnya.
Ketua FPI Palopo, Ishaq Idris dan Ketua Ikatan Da'i Indonesia Palopo mengatakan, memang saat ini secara legal PKI tidak ada di Indonesia, namun bukan berarti pengikutnya tidak ada, begitupun dengan paham komunis.
"Kami menilai RUU HIP adalah jalan awal legalitas PKI di Indonesia, olehnya itu kami menuntut jangan dilanjutkan, batalkan niat ini. Jika pemerintah berkeras, kami akan turun kembali dengan jumlah yang lebih besar dan dengan semangat jihad di jalan Allah SWT," tegas kedua tokoh ini.
(luq)
Lihat Juga :