Covid-19 Kembali Merebak, Pakar Biostatistika Epidemiolog Imbau Masyarakat Tak Panik
Rabu, 16 November 2022 - 23:44 WIB
loading...
Kasus Covid-19 kembali merebak di Indonesia, salah satunya juga terjadi di Surabaya. Pakar Biostatistika Epidemiolog mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Dalam beberapa kurun waktu terakhir, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan. Warga pun diimbau tidak perlu panik
Pakar Biostatistika Epidemiologi FKM Universitas Airlangga, Dr Windhu Purnomo dr MS menilai, lonjakan kasus itu disebabkan mulai melemahnya protokol kesehatan masyarakat, di samping munculnya subvarian baru dari Omicron.
“Lonjakan Covid-19 ini terjadi karena protokol kesehatan (prokes) masyarakat yang mulai melemah. Adanya penularan baru itu kan terjadi ketika seseorang tidak memakai masker sebagai pelindung. Artinya, ketika terjadi penularan seperti ini, baik orang yang tertular maupun yang menulari sedang tidak menggunakan pelindungnya dengan baik,” katanya, Rabu (16/11/2022).
Baca juga: Waspada! Covid-19 di Indonesia Hari Ini Tembus 8.486 Kasus, Meninggal 54 Orang
Dia melanjutkan, lonjakan Covid-19 juga disebabkan oleh munculnya subvarian baru. Meskipun demikian, kemunculan subvarian baru itu tidak memiliki tingkat fatalitas yang tinggi layaknya varian-varian yang muncul sebelumnya.
Pakar Biostatistika Epidemiologi FKM Universitas Airlangga, Dr Windhu Purnomo dr MS menilai, lonjakan kasus itu disebabkan mulai melemahnya protokol kesehatan masyarakat, di samping munculnya subvarian baru dari Omicron.
“Lonjakan Covid-19 ini terjadi karena protokol kesehatan (prokes) masyarakat yang mulai melemah. Adanya penularan baru itu kan terjadi ketika seseorang tidak memakai masker sebagai pelindung. Artinya, ketika terjadi penularan seperti ini, baik orang yang tertular maupun yang menulari sedang tidak menggunakan pelindungnya dengan baik,” katanya, Rabu (16/11/2022).
Baca juga: Waspada! Covid-19 di Indonesia Hari Ini Tembus 8.486 Kasus, Meninggal 54 Orang
Dia melanjutkan, lonjakan Covid-19 juga disebabkan oleh munculnya subvarian baru. Meskipun demikian, kemunculan subvarian baru itu tidak memiliki tingkat fatalitas yang tinggi layaknya varian-varian yang muncul sebelumnya.
Lihat Juga :