Pemotor Terjatuh saat Nekat Seberangi Jalur Lahar Gunung Semeru

Kamis, 10 November 2022 - 20:04 WIB
loading...
Pemotor Terjatuh saat Nekat Seberangi Jalur Lahar Gunung Semeru
Sejumlah pengendara motor terjatuh, dan nyaris terseret arus banjir lahar hujan Gunung Semeru, saat nekat menyeberangi jalur darurat curah kobokan di Kabupaten Lumajang. Foto/iNews TV/Yayan Nugroho
A A A
LUMAJANG - Sejumlah pengendara motor terjatuh saat nekat menyeberangi jalur lahar Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang. Bahkan, para pemotor tersebut nyaris terseret derasnya arus banjir lahar hujan di Curah Kobokan, Kamis (10/11/2022).

Baca juga: Mengerikan! Beredar Video Objek Wisata Panyaweuyan Majalengka Diterjang Banjir

Sejumlah warga dengan Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, sigap memberikan pertolongan kepada para pengendara yang terjebak banjir. Jalur tersebut menjadi pilihan warga, karena jalur utama di Piket Nol longsor.



Saat kondisi banjir dari wilayah Gunung Semeru semakin deras, jalur alternatif tersebut terpaksa ditutup agar tidak membahayakan penyeberang. Para pengguna kendaraan, rela menunggu banjir lahar dingin surut meskipun harus menunggu empat jam lamanya.

Baca juga: Miris! 9 Siswi SMK Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Olahraga

"Tidak ada pilihan lain bagi warga di sini, karena jalan utama longsor dan tidak dapat dilintasi. Kami terpaksa melintasi jalur lahar Gunung Semeru, yang juga sangat berbahaya karena sering terjadi banjir," ujar salah seorang warga, Bayu.

Pemotor Terjatuh saat Nekat Seberangi Jalur Lahar Gunung Semeru


Dalam dua bulan terakhir, kondisi cuaca di kawasan lereng Gunung Semeru tersebut, sangat ekstrem. Sering turun hujan lebat di kawasan puncak, yang memicu terjadinya banjir lahar hujan.

Baca juga: Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan Ikut Demo: Sakit Hati Ini, Kenapa Anak Saya di Tribun Ditembaki!

Tak hanya banjir lahar hujan, awan panas guguran juga masih berpotensi melintas di jalur tersebut, karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru belum stabil. Imbauan untuk menjauh dari lokasi rawan bencana terus dilakukan pemerintah, namun warga tidak memiliki pilihan karena hanya jalur satu-satunya jalur penghubung.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2321 seconds (10.177#12.26)