alexametrics

Delapan Kelurahan Perbatasan DIY Dinilai Timpang Secara Ekonomi dengan Jateng

loading...
Delapan Kelurahan Perbatasan DIY Dinilai Timpang Secara Ekonomi dengan Jateng
Sekretaris Komisi C DPRD DIY Supardjo (kiri). Foto/SINDOnews/Suharjono
A+ A-
YOGYAKARTA - Delapan kelurahan di wilayah DIY sampai saat ini mengalami kesenjangan ekonomi dengan daerah perbatasan Jawa Tengah.

Kalangan DPRD DIY mendesak langkah cepat untuk mengurangi disparitas ekonomi dengan berbagai program pemerintah.

Sekretaris Komisi C DPRD DIY Supardjo mengatakan delapan kalurahan perbatasan yang masuk kategori miskin dengan kesenjangan ekonomi yang tinggi ini tujuh diantaranya masuk Gunungkidul. Sedangkan satu kalurahan masuk Kabupaten Sleman.

"Kami sudah melakukan kunjungan lapangan dan ekonomi mereka justru tergantung wilayah lain seperti Sukoharjo dan Klaten di Jawa Tengah," terangnya kepada SindoNews, Selasa (7/7/2020).



Dijelaskannya, delapan desa atau Kalurahan tersebut diantaranya adalah Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Kalurahan Sambirejo, Tancep, Kapanewon Ngawen, Kalurahan Sampang, Tegalrejo, dan Serut, Watugajah Kapanewon Gedangsari serta Kalurahan Gayamharjo Prambanan.

Semua kelurahan tersebut sangat terlihat disparitas dari kondisi fisik dan ekonomi dengan desa sebelah yang notabene masuk Jawa Tengah.



"Kita memiliki anggaran sekitar Rp6 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mengungkit perekonomian untuk mengejar kesenjangan itu," tandas Ketua DPD Nasdem Gunungkidul ini.

Supardjo melanjutkan, salah satu kesenjangan infrastruktur yang terjadi adalah jalan. Di sebagian besar jalan kalurahan menuju ibu kota kecamatan atau kapanewon juga harus memutar ke wilayah Jawa Tengah.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak