Kasus Oknum Pendeta Cabul, Lembaga Pemerhati Anak: Terdakwa Harus Dihukum Maksimal

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:13 WIB
loading...
Kasus Oknum Pendeta...
Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur, Isa Anshori mendesak majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal kepada Hanny Layantara, oknum pendeta yang diduga melakukan pencabulan. Foto/SINDOnews.dok
A A A
SURABAYA - Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur, Isa Anshori mendesak pada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman maksimal pada Hanny Layantara. Saat ini, oknum pendeta di Surabaya itu tengah menjalani sidang kasus dugaan pencabulan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Terdakwa juga dijerat dengan Pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara. “Saya kira majelis hakim harus menjatuhkan hukuman yang maksimal. Kalau ancaman hukumannya 15 tahun penjara ya 15 tahun itu. Ini kan korbannya anak-anak,” katanya, Selasa (7/7/2020). (Baca juga: Cabuli Jemaatnya Sendiri, Polda Jatim Periksa Kejiwaan Pendeta HL)

Selain mendapat hukuman yang maksimal, lanjut Isa, harus ada restitusi yang diberikan pada korban. Restitusi ini merupakan ganti kerugian yang diberikan kepada korban atau keluarganya oleh pelaku. (Baca juga: Keluarga Korban Pencabulan Oknum Pendeta di Surabaya Minta Terdakwa Dikebiri)

“Korbannya ini kan mengalami traumatis yang panjang. Untuk pemulihan trauma, tentu butuh biaya. Belum lagi soal masa depannya. Restitusi ini yang akan memberi efek jera pada pelaku. Apalagi pelakunya ini tokoh agama yang seharusnya memberi teladan pada masyarakat,” terangnya.

Dibanding dengan kebiri kimia, Isa lebih mendorong selain menjatuhkan hukuman maksimal, harus ada restitusi. Menurutnya, hukuman bukan sebagai bentuk balas dendam. Sampa saat ini, hukuman kebiri kimia juga ada yang belum bersifat inkrah. “Jadi sebetulnya, kami lebih mendorong pada hukuman yang maksimal. Lalu harus ada ganti rugi untuk korban,” terangnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Rekomendasi
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved