Napi Narkoba Rutas Klas 1 Makassar Diduga Dianiaya Sipir

Selasa, 07 Juli 2020 - 16:55 WIB
loading...
Napi Narkoba Rutas Klas...
Kasus penganiayaan di dalam rutan kembali terjadi, diduga dilakukan oleh sipir. Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Seorang narapidana di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar, berinisial AK (41), mengalami luka memar di bagian belakang tubuhnya, setelah diduga menjadi korban penganiayaan sejumlah orang.

Apa yang dialami pria tersebut terekam dalam video berdurasi 13 detik menjadi perbincangan di dunia maya. Setelah video itu tersebar di beberapa grup WhatsApp dan akun anonim Instagram, terlihat AK sedang duduk dan bagian belakang badannya dipenuhi luka memar.

Baca Juga: Rutan Makassar Mulai 'Buka Diri' Terima Tahanan Baru

Saudara kandung AK bernama Aswar yang dikonfirmasi menyebutkan adiknya tersebut, diduga menjadi korban penganiayaan oleh beberapa oknum sipir Rutan Klas 1 Makassar, pada Minggu 28 Juni lalu.

"Awalnya saya tahu setelah kejadian penganiayaan terhadap adik saya itu dari salah satu napi di dalam Rutan. Yah mungkin karena merasa kasian sama adik saya," ungkap Aswar, Selasa (7/7) melalui sambungan telepon.

Berdasarkan informasi yang diterimanya kata Aswar, sang adik yang ditahan karena kasus narkoba tersebut dituding mencuri kartu seluler atau SIM card salah satu penghuni lapas. Setelah dilaporkan petugas, AK langsung mendapatkan perlakuan kekerasan fisik oleh petugas rutan.

"Dari informasi yang saya terima, seperti dianiaya oleh sipir. Penyebabnya karena awalnya diduga mencuri kartu seluler, terus setelah diduga didapat oleh empat orang anggota sipir, itu diduga menganiaya korban, yah adik saya ini," kata Aswar.

Aswar menambahkan dari laporan yang ia terima, dari salah seorang penghuni rutan yang enggan disebutkan namanya itu direkam oleh salah seorang penghuni rutan lainnya melalui handphone. Rekaman video setelah adiknya dianiaya dengan luka memar di bekalang tubuhnya dikirim kepadanya.

Aswar mengaku, setelah melihat video tersebut sempat geram dan merasa bahwa adiknya diperlakukan tidak adil oleh pihak rutan. Ia pun berusaha untuk mengonfirmasi pihak rutan untuk mengetahui jelas, penyebab sang adik dianiaya. Belakangan kata Aswar, video itu kemudian beredar luas di media sosial.

"Untuk sementara ini, belum ada pertemuan dengan pihak rutan. Tapi saya rencana laporkan langsung ke Polrestabes Makassar. Tapi saya dapat informasi kalau adik saya sudah mendapatkan pelayanan oleh pihak rutan di poli klinik," ucap Aswar.

Namun lanjut Aswar, setelah mengecek kembali kebenaran informasi bahwa adiknya telah mendapatkan perawatan setelah dianiaya, ternyata sama sekali tidak benar. Aswar mengaku keberatan dengan sikap dan perlakuan yang diberikan kepada adiknya.

"Dia (AK) belum mendapatkan perawatan sedikit pun, bahkan tidak pernah dikasih keluar dari sel merah, dan tidak pernah dikasih obat. Makanya saya betul-betul merasa keberatan," ungkap Aswar.

Sementara itu Kepala Rutan (Karutan) Klas 1 Makassar Sulistyadi membenarkan peristiwa penganiayaan terhadap napi AK yang merupakan penghuni blok G. Hanya saja, dia menampik jika penganiayaan tersebut dilakukan terhadap sipir rutan, tetapi narapidana di blok C tempat AK diduga mencuri.

"Namun ketahuan, terus dikeroyok oleh penghuni di situ. Terus diselamatkan oleh petugas, sekarang yang bersangkutan sudah di poliklinik. Bukan (petugas yang melakukan), malah petugas yang menyelamatkan," ucapnya.

Baca Juga: Tersangka Penganiayaan Gunakan Sajam dan Panah Wayer Dibekuk Polisi
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Polisi Penganiaya...
4 Polisi Penganiaya Bripda Natanael Simanungkalit hingga Tewas Dipecat
Driver Ojol di Labuan...
Driver Ojol di Labuan Bajo Dianiaya, Keamanan Destinasi Super Prioritas Jadi Sorotan
Polisi Dianiaya Senior...
Polisi Dianiaya Senior hingga Tewas, Polda Riau Tetapkan 1 Tersangka
Murid TPQ Dianiaya Guru...
Murid TPQ Dianiaya Guru di Probolinggo, Kemenag Minta Aparat Proses Hukum Pelaku
LBH Gema Keadilan Desak...
LBH Gema Keadilan Desak Kapolresta Tangerang Percepat Penanganan Kasus Kekerasan Anak
Oknum Brimob yang Aniaya...
Oknum Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara
Anak Zaskia Adya Mecca...
Anak Zaskia Adya Mecca Jadi Saksi Sidang Pemukulan Karyawan, Langsung Maafkan Terdakwa
Kasus Penyiram Andrie...
Kasus Penyiram Andrie Yunus, 4 Tersangka Dijerat Pasal Berlapis Penganiayaan Berencana
Buntut Pelajar Tewas...
Buntut Pelajar Tewas Dianiaya, Komisi III Dukung Brimob Tak Bersinggungan dengan Masyarakat
Rekomendasi
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved