Kisah Kerakusan Ratu Sakti, Raja Pajajaran yang Merampas Harta Rakyat dan Menikahi Selir Ayah

Senin, 17 Oktober 2022 - 05:05 WIB
loading...
Kisah Kerakusan Ratu...
Babad Pajajaran. Foto/Dok.Kemendibud
A A A
Pertempuran demi pertempuran, harus dijalani para prajurit Kerajaan Pajajaran, di masa pemerintahan Ratu Dewata. Sejumlah perwira senior, harus menghadapi gelombang serangan ganas dari Banten, melalui Pelabuhan Kelapa.

Baca juga: Kisah Nyi Mas Gandasari, Putri Cantik Penyebar Islam yang Menjadi Teliksandi dan Panglima Perang

Fery Taufiq El-Jaquene dalam bukunya yang berjudul "Hitam Putih Pajajaran, Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran," mengisahkan, ada sekitar 15 pertempuran yang harus dihadapi para perwira senior untuk mempertahankan benteng Pakuan Pajajaran, dari serangan musuh.



Meski ketangguhan benteng Pakuan Pajajaran, tak mampu ditembus pasukan Banten, namun dua senopati senior dari Kerajaan Pajajaran, harus gugur di medan laga. Kedua senopati tangguh itu adalah Tohaan Ratu Sangiang, dan Tohaan Sarendet.

Baca juga: Kisah Ratu Nilakendra, Raja Kelima Pajajaran Penganut Sekte Tantra yang Mewajibkan Ritual Persetubuhan

Dalam bukunya, Fery Taufiq El-Jaquene menyebutkan Ratu Dewata lebih banyak memilih jalan bertapa dan terlalu alim dalam memimpin Kerajaan Pajajaran. Hal ini diduga akibat Ratu Dewata yang memiliki kelemahan dalam menghadapi kenyataan.

Bahkan dalam Carita Parahiyangan, sosok ratu Dewata dicela dengan berbagai sindiran: "Nyai iyatna-yatna sang kawuri, haywa ta sira kabalik papuasaan", yang secara harafiah dapat diartikan "Maka berhati-hatilah yang kemudian, janganlah engkau berpura-pura rajin puasa".

Bahkan, penulis Carita Parahiyangan, juga menambahkan kalimat: "Samangkana ta precinta" yang secara harafiah dapat diartikan: "Begitulah zaman susah". Tulisan-tulisan itu menjadi sindiran untuk Ratu Dewata.

Ratu Dewata yang merupakan raja ketiga Kerajaan Pajajaran, dan memerintah pada tahun 1535-1543 Masehi, untuk menggantikan ayahnya, Surawisesa. Masih mampu mempertahankan Kerajaan Pajajaran, dengan membuat perjanjian dengan Cirebon dan Demak.

Perjalanan Kerajaan Pajajaran, semakin surut ketika Ratu Sakti naik takhta menjadi raja ke empat Kerajaan Pajajaran. Dia memerintah Kerajaan Pajajaran, pada tahun 1543-1551 Masehi. Ratu Sakti hanya sempat menikmati takhta selama delapan tahun, sebelum akhirnya dikudeta oleh Ratu Nilakendra.

Baca juga: 1.000 Orang Tampilkan Seni Keprajuritan di Malioboro Yogyakarta
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Mahasiswa Prodi Sains...
Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi MNC University Dinobatkan sebagai Putra/i Budaya Banten 2026
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Bersitegang dengan Aparat,...
Bersitegang dengan Aparat, Massa BEM UI Tertahan di Semanggi saat Menuju Bundaran HI
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved