Kisah Kapten VOC Tewas di Ujung Tombak Sakti Kerajaan Mataram

Kamis, 13 Oktober 2022 - 06:40 WIB
loading...
Kisah Kapten VOC Tewas di Ujung Tombak Sakti Kerajaan Mataram
Prosesi jamasan tombak oleh abdi dalem Keraton Jogjakarta. Foto/Dok.
A A A
Untung Surapati bertempur sengit melawan pasukan VOC. Dia tak sendirian, kekuatan pasukannya semakin meningkat, berkat bantuan pasukan yang dipimpin langsung oleh Pangeran Puger. Pasukan ini juga dibekali dengan senjata timbak sakti Kerajaan Mataram.

Baca juga: Asmara Terlarang Untung Surapati Budak yang Menikahi Noni Belanda Anak Juragannya

Di atas angin, pasukan VOC begitu diunggulkan. Mereka memiliki kekuatan besar, dengan pasukan terlatih dan senjata yang mumpuni. Kisah pertempuran sengit ini, diungkap Sri Wintala Achmad, dalam bukunya " Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati".



Pertempuran Untung Surapati, dengan pasukan VOC tersebut, terjadi saat Kerajaan Mataram dipimpin oleh Sunan Amangkurat II. Sri Wintala Achmad menyebut, pertempuran sengit antara pasukan Untung Surapati dengan VOC pecah di Alun-alun Kartasura.

Baca juga: Gayatri Rajapatni, Penguasa Majapahit yang Memilih Menjadi Biksu daripada Ratu

Saat itu Untung Surapati berhasil membunuh seorang kapten VOC pertama, yakni Kapten Brikman. Terbunuhnya Brikman menjadikan pasukan VOC kian beringas dan memerangi pasukan Untung Surapati.

Kapten VOC itu tewas dengan sabetan patrem atau keris kecil yang terkenal sakti. Akibat sabetan keris kecil itu, leher Brikman terluka parah dan nyaris putus, dan seketika itu juga tewas. Melihat Brikman tewas, rekannya Kapten Tack marah besar.

Kapten Tack menata barisan, kemudian menyerang balik pasukan Untung Surapati. Tetapi serangan ini dihadang oleh Surapati dan Patih Anrangkusuma. Mereka berperang bersama-sama melawan VOC, tanpa merasa gentar sedikitpun.

Dalam pertempuran itu, Kapten Tack sempat disodok tombak, namun tidak terluka. Dia balik menyerang Untung Surapati. Oleh Untung Surapati, Kapten Tack didekati dsn dihantam bertubi-tubi, namun tak dirasakan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2139 seconds (11.97#12.26)