Karantina Pertanian Makassar Musnahkan Puluhan Kilogram Media Pembawa Tak Berdokumen

Rabu, 12 Oktober 2022 - 12:47 WIB
loading...
Karantina Pertanian...
Karantina Pertanian Makassar melakukan pemusnahan puluhan kilogram media pembawa HPHK dan OPTK tidak Berdokumen di halaman kantornya, Rabu (12/10/2022). Foto/Dok Karantina Pertanian Makassar
A A A
MAKASSAR - Lalu lintas media pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) tidak berdokumen mengalami penurunan drastis. Kondisi tersebut mengindikasikan semakin patuhnya pengguna jasa pengiriman komoditas pertanian, selain kian ketatnya pengawasan yang dilakukan instansi terkait.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar , Lutfie Natsir, saat melakukan pemusnahan puluhan kilogram (Kg) media pembawa HPHK/OPTK di Kantor Karantina Pertanian Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (12/10/2022). Turut hadir pihak Bea Cukai, Pos Indonesia dan kepolisian.



"Alhamdulillah, makin hari trennya makin turun. Ini menandakan, indikator bahwa pengguna jasa yang melakukan lalu lintas media pembawa itu semakin patuh. Kalau yang sekarang kan ada sekitar 24 Kg, kalau dulu-dulu bisa sampaikan 100-an (Kg), ya drastis turunnya," ungkap Lutfie.

Dalam kegiatan kali ini, total sebanyak 62,975 Kg media pembawa HPHK/OPTK yang tidak berdokumen dimusnahkan . Mulai dari produk olahan daging, teh, tanaman hias, hingga tanduk rusa. Kebanyakan komoditas itu, khususnya produk-produk olahan diketahui berasal dari China.

Lebih jauh, Lutfie menyebut pihaknya melihat adanya perubahan jenis media pembawa HPHK/OPTK, dimana untuk saat ini didominasi produk olahan. Kondisi tersebut berbeda dengan yang lalu, dimana media pembawa yang kerap ditemukan dan akhirnya dimusnahkan adalah bibit.

Ragam komoditas ilegal dan berpotensi berbahaya itu berasal dari berbagai negara. Namun, kebanyakan diakuinya berasal dari China. Adapun tujuan akhir media pembawa HPHK/OPTK tidak selalu di Makassar, Provinsi Sulsel, melainkan Morowali, Provinsi Sulteng. Disinyalir komoditas itu merupakan pesanan para pekerja asing.

"Dominan dari China. Jadi, ini sebenarnya transit di Makassar, dikirim dari China ke Makassar, terus ke Morowali. Iya (dipesan) pekerja asing, barangkali misalnya untuk minum teh kalau pagi, karena memang yang banyak teh. Banyak juga jintan, kalau itu dari Arab (Saudi)," jelasnya.



Lebih jauh, Lutfie menegaskan pemusnahan yang dilakukan merupakan amanat UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Setiap produk pertanian yang menjadi domain pengawasannya harus dilengkapi dokumen perizinan. Bila tidak memiliki itu, maka dilakukan penahanan, dimana pihaknya memberi waktu tiga hari.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bea Cukai Madura Bersama...
Bea Cukai Madura Bersama Balai Karantina Jatim Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
10 Juta Batang Rokok...
10 Juta Batang Rokok Ilegal di Demak Dimusnahkan, Potensi Kerugian Negara Hampir Rp9,7 Miliar Diselamatkan
6 Nelayan Kapal Srimaryana...
6 Nelayan Kapal Srimaryana Tewas Keracunan saat Berlayar di Perairan Tanjung Sekong
Penyelundupan 80.000...
Penyelundupan 80.000 Ekor Benih Lobster ke Malaysia di Bandara YIA Digagalkan
Alasan Balai Besar Karantina...
Alasan Balai Besar Karantina Musnahkan Oleh-oleh Penumpang di Bandara Kualanamu
Balai Karantina NTT...
Balai Karantina NTT Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Sosis Ayam Ilegal dari Timor Leste
Diselundupkan dari Maluku,...
Diselundupkan dari Maluku, 7 Reptil Langka Dimasukkan Toples Kue Kering
Crivisaya Ganjar Penyuluhan...
Crivisaya Ganjar Penyuluhan Pengendalian Hama Tanaman Semangka
Penyelundupan 4,7 Ton...
Penyelundupan 4,7 Ton Jeroan Daging Kerbau Digagalkan di Bakauheni
Rekomendasi
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
Berita Terkini
Bakamla Evakuasi 12...
Bakamla Evakuasi 12 Kru ABK Kapal Terbakar di Perairan Banten
19 menit yang lalu
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Arah Jakarta Diberlakukan dari KM 70
24 menit yang lalu
Arus Balik Lebaran di...
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali, One Way Diberlakukan Mulai KM 188 hingga KM 70
44 menit yang lalu
H+3 Lebaran, TMII Dikunjungi...
H+3 Lebaran, TMII Dikunjungi Lebih dari 21 Ribu Orang
49 menit yang lalu
Arus Balik Jalur Gentong,...
Arus Balik Jalur Gentong, Polisi Imbau Jangan Pakai Google Maps
1 jam yang lalu
Tabrakan Beruntun di...
Tabrakan Beruntun di Tol Purbaleunyi Arah Jakarta, Petugas Diterjunkan
1 jam yang lalu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved