Mensos Risma Sebut Tragedi Kanjuruhan Bencana Sosial

Senin, 03 Oktober 2022 - 22:07 WIB
loading...
Mensos Risma Sebut Tragedi Kanjuruhan Bencana Sosial
Mensos Tri Rismaharini bersama Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan santunan ahli waris kepada korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Foto: Istimewa
A A A
MALANG - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan santunan kepada ahli waris korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2022).

Risma, panggilan Tri Rismaharini bersama Muhadjir memberikan santunan kepada 125 ahli waris yang terdata oleh Kementerian Sosial (Kemensos) per Senin (3/10) di Kota dan Kabupaten Malang yang mengalami tragedi tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS! Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot

“Data ini masih berkembang sesuai perkembangan di lapangan. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta per korban dan paket sembako," ujarnya pada awak media di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Malang.



Dalam kesempatan ini, Risma menjelaskan bahwa tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya pada 1 Oktober 2022 merupakan salah satu bencana sosial. "Ini termasuk bencana sosial, juga ada konflik-konflik di beberapa tempat itu juga kami tangani," katanya.

Risma mengatakan, pihak Kemensos juga telah bergerak membantu evakuasi korban di Stadion Kanjuruhan saat terjadi kericuhan melalui Pelopor Perdamaian (Pordam) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dilanjutkan dengan pendataan ahli waris korban meninggal.

Baca juga: Menyayat Hati! Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Pingsan di Pelukan Menko PMK Muhadjir Effendy

Sementara itu, Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan bahwa, santunan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan empati dari pemerintah terhadap musibah yang dialami oleh keluarga korban.

"Saya tegaskan bahwa santunan ini tidak ada harganya dibanding dengan kehilangan dari ibu dan bapak sekalian. Ini sekedar untuk menunjukkan empati dari pemerintah baik pemerintah pusat dan daerah," ungkapnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2780 seconds (11.97#12.26)