Rekonstruksi Pembunuhan Zulaika, Pelaku Benturkan Kepala Korban ke Lantai hingga Tewas

Jum'at, 30 September 2022 - 20:32 WIB
loading...
Rekonstruksi Pembunuhan Zulaika, Pelaku Benturkan Kepala Korban ke Lantai hingga Tewas
Ilustrasi korban pembunuhan. Foto: Istimewa
A A A
BATU BARA - Petugas Satreskrim Polres Batu Bara, Sumatera Utara, menggelar rekonstruksi ulang kasus pembunuhan Leko alias Zulaika (65) oleh ponakannya sendiri yang berinisial FS (16).

Dalam rekonstruksi itu diketahui, pelaku terpergok mencuri perhiasan Zulaika. Tetapi karena panik aksinya diketahui, pelaku nekat memukul korban dengan sapu hingga terjatuh, lalu membenturkan kepalanya hingga tewas.

Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Jhon Tarigan mengatakan, korban sempat teriak histeris dan minta tolong. Tetapi berhasil dibekap oleh pelaku, sehingga tidak terdengar oleh para tetangga.

Baca juga: Nahas! Gagal Menyalip, Buruh Pembuat Batu Bata Tewas Terlindas Truk Batu Bara

"Ada 29 adegan yang diperagakan oleh pelaku FS (16). Dari hasil rekonstruksi diketahui bahwa korban sempat memergoki pelaku mencuri uang dan perhiasan miliknya," katanya, Jumat (30/9/2022).

Tidak hanya itu, pelaku juga sempat bersembunyi di atas plafon rumah. Tetapi nahas, dirinya terjatuh dan membuat korban sangat kaget, lalu teriak histeris. Melihat korban teriak, pelaku panik lalu memukuli korban dengan sapu.

"Korban dipukul hingga terjatuh. Lalu, pelaku membekap mulut korban dengan kain dan membenturkan kepalanya ke lantai hingga berkali-kali sampai korban tewas. Pelaku lalu menutup jasad korban dengan karung beras," jelasnya.

Baca: Truk Berisi Penuh Batu Bata Seruduk Madrasah, 2 Orang Meregang Nyawa

Dijelaskan dia, pelaku merupakan pecandu narkoba dan motif dari pencurian disertai dengan tindak kekerasan ini adalah murni kriminal. Kepala petugas, pelaku mengaku panik mendengar makcik kandungnya berteriak.

"Dari tangan tersangka, pelaku berhasil menyita barang bukti uang tunai jutaan rupiah, perhiasan korban yang belum sempat terjual, dan satu unit motor. Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara," tukasnya.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1566 seconds (10.101#12.26)