Aksi Penolakan BBM di Sukabumi, Mahasiswa Minta KPK Periksa BPH Migas
Selasa, 06 September 2022 - 00:16 WIB
loading...
Gelombang penolakan kenaikan harga BBM di Sukabumi disuarakan oleh gabungan mahasiswa dari GMNI Sukabumi di bundaran Tugu Adipura, Kota Sukabumi, Senin (5/9/2022). Foto SINDOnews
A
A
A
SUKABUMI - Gelombang penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) di Sukabumi disuarakan oleh gabungan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi di bundaran Tugu Adipura, Kota Sukabumi, Senin (5/9/2022).
Aksi yang diselenggarakan mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB tersebut, diisi dengan orasi dari perwakilan mahasiswa, aksi bakar ban, membawa keranda dan teatrikal mahasiswa yang memerankan para pejabat negara seperti Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Panjaitan, Tri Rismaharini, dan Sri Mulyani. Baca juga: Harga BBM Naik, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beralih Pakai Kendaraan Listrik
Ketua GMNI Sukabumi, Anggi Fauzi mengatakan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan kenaikan harga BBM subsidi, namun lebih menekankan kepada pemerintah agar kenaikan harga ini juga dibarengi dengan pembenahan di BPH Migas.
"Kenapa? Karena ibu Menteri sendiri menyampaikan bahwa hari ini BBM subsidi tidak tepat sasaran artinya ada kesalahan dari pusat ke daerah atau dari hulu ke hilir dan sudah jelas-jelas perannya BPH Migas ," ujar Anggi.
Aksi yang diselenggarakan mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB tersebut, diisi dengan orasi dari perwakilan mahasiswa, aksi bakar ban, membawa keranda dan teatrikal mahasiswa yang memerankan para pejabat negara seperti Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Panjaitan, Tri Rismaharini, dan Sri Mulyani. Baca juga: Harga BBM Naik, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beralih Pakai Kendaraan Listrik
Ketua GMNI Sukabumi, Anggi Fauzi mengatakan bahwa pihaknya tidak sepakat dengan kenaikan harga BBM subsidi, namun lebih menekankan kepada pemerintah agar kenaikan harga ini juga dibarengi dengan pembenahan di BPH Migas.
"Kenapa? Karena ibu Menteri sendiri menyampaikan bahwa hari ini BBM subsidi tidak tepat sasaran artinya ada kesalahan dari pusat ke daerah atau dari hulu ke hilir dan sudah jelas-jelas perannya BPH Migas ," ujar Anggi.
Lihat Juga :