Kisah Arya Wiraraja Adipati Madura Penasihat Raden Wijaya, Ahli Strategi di Balik Kejayaan Majapahit

Minggu, 04 September 2022 - 07:28 WIB
loading...
A A A
Setelah Kerajaan Daha yang dipimpin Jayakatwang hancur dan Mongol berhasil diusir, Arya Wiraraja memutuskan menetap sementara waktu di Majapahit. Dia lantas terlibat aktif dalam persiapan upacara penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit.

Sang Raja Majapahit itu lantas berjanji akan membagi dua tanah Jawa jika perjuangannya berhasil mengembangkan kerajaan. Di sisi lain sang Arya Wiraraja memutuskan meninggalkan Madura beserta keluarga dan pasukannya ke Lamajang.

Pada tahun 1294 atau setahun setelah Majapahit didirikan, Arya Wiraraja dinobatkan sebagai raja yang memerintah di Kerajaan Lamajang Tigang Juru.



Kerajaan ini merupakan kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menguasai beberapa wilayah bawahan lainnya seperti Panarukan, Blambangan, Madura, dan Bali dengan ibukota di Lamajang.

Hubungan baik Arya Wiraraja dengan Raden Wijaya pun berlanjut saat Raden Wijaya membentuk pemerintahan pertamanya. Putra Arya Wiraraja, Mpu Nambi yang merupakan teman seperjuangan Raden Wijaya diangkat menjadi Mahapatih Amangkubhumi Majapahit pertama.

Sedangkan Ranggalawe yang juga anak Arya Wiraraja lainnya pun diangkat oleh Raden Wijaya menjadi Menteri Mancanagera yang diberi wilayah di Tuban, yang merupakan pelabuhan besar pada waktu itu.

Mpu Sora yang merupakan salah satu adik ipar Arya Wiraraja dan paman Ranggalawe, sekaligus pengawal Raden Wijaya saat melarikan diri dari Singasari diangkat menjadi patih di Daha.
(shf)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1500 seconds (10.177#12.26)