Apresiasi Rekanan Perusahaan Asuransi, RS Siloam Gelar Edukasi tentang Atrial Fibrilasi

Sabtu, 03 September 2022 - 23:48 WIB
loading...
Apresiasi Rekanan Perusahaan Asuransi, RS Siloam Gelar Edukasi tentang Atrial Fibrilasi
Siloam Hospitals TB Simatupang (SHTB) menggelar eduksi mengenai kesehatan jantung. Foto ist
A A A
BOGOR - Siloam Hospitals TB Simatupang (SHTB) menggelar eduksi mengenai kesehatan jantung. Edukasi berrajuk "Mengenal Lebih Jauh tentang Atrial Fibrilasi atau gangguan/kelainan Irama Jantung" ini sebagai bentuk apresiasi terhadap rekanan perusahaan asuransi yang telah mempercayakan kesehatan baik karyawan maupun polis asuransi ke SHTB.



Dalam edukasi kesehatan tersebut hadir pakar tim Kardiologi Aritmia, yang dipimpin oleh Prof DR dr Yoga Yuniadi serta 3 spesialis jantung yaitu dr Donny Yugo Hermanto, dr Budi Ario Tedjo dan dr Arwin Saleh Mangkuanom. Baca juga: Rayakan HUT Ke-77 RI, RS Siloam Makassar Gelar Edukasi tentang Penyakit Kanker

Direktur Rumah Sakit SHTB, dr Dewi Anggraini menyampaikan bahwa Prof Yoga dan tim bergabung di SHTB sejak Januari 2022 dan melengkapi pakar ahli jantung di SHTB yang totalnya ada 17 spesialis.

"Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan juga meliputi CAG (Coronary Angiogram), PCI (Percutaneous Coronary Intervention), IVUS (Intravascular Ultrasound), FFR (Fractional Flow Reserve), TPM (Temporary Pacemaker) dan PPM (Permanent Pacemaker)," ujar dr Dewi Anggraini, Sabtu (3/9/2022).

Prof Yoga dalam pengantarnya menjelaskan mengenai atrial fibrilasi. Menurutnya, atrial fibrilasi merupakan gangguan irama jantung yang tidak teratur dan dapat menyebabkan gagal jantung dan stroke.

Atrial fibrilisasi juga bersifat incidental dan kadang-kadang bisa permanen. “Orang normal tidak dapat mendengarkan denyut jantungnya,” kata dr Yoga. Baca juga: Tips Cegah Kolesterol yang Memicu Stoke dan Serangan Jantung

Selanjutnya, dalam paparannya, dr Donny Yugo mengatakan, 1 dari 3 orang berisiko mendapatkan atrial fibrilasi sepanjang hidupnya terutama di atas usia 55 tahun.

"Di Indonesia dan India, sekitar 600-700 kasus orang dalam 100.000 penduduk dan ini juga berakibat meningkatnya pembiayaan dan handicap kesehatan untuk penyakit ini," paparnya.

Dalam edukasi ini, dr Arwin memaparkan terkait teknologi untuk melihat gangguan irama jantung ini melalui teknologi invasif fractional flow Reserve(FFR).

"FFR adalah alat pemeriksaan pembuluh darah dengan memasukkan wire untuk menilai aliran di pembluh darah koroner," jelasnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1542 seconds (11.210#12.26)