Aliansi Warga Protes Air Kerap Tak Mengalir, PDAM: Bencana Alam Rusak Pipa
Rabu, 31 Agustus 2022 - 07:55 WIB
loading...
Belasan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Maiwa (AMM) menggelar orasi di depan Kantor DPRD Enrekang, Selasa (30/8/2022). Foto/Aris Bafauzi
A
A
A
ENREKANG - Belasan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Maiwa (AMM) menggelar orasi di depan Kantor DPRD Enrekang, Selasa (30/8/2022).
Orasi tersebut dipicu banyaknya warga Maiwa khususnya Kelurahan Bangkala dan Bonto Mallangga, Kabupaten Enrekang , yang mengeluhkan layanan air bersih dari PDAM.
Jenderal Lapangan, Maswar menyebut warga di Maiwa bahkan kerap tak dapat suplai air bersih beberapa hari.
Baca Juga: Polisi Ringkus Tiga Pengguna Narkoba di Kabupaten Enrekang
"Kami mewakili warga Maiwa terutama warga di Bangkala dan Bonto Mallangga, yang menyayangkan air tak mengalir. Itu pun jika mengalir airnya keruh," ketusnya.
Dikonfirmasi, Direktur PDAM Enrekang, Halifah Bando menjawab permasalahan layanan air bersih di Maiwa disebabkan adanya pipa dari dua sumber mata air milik PDAM yang rusak karena bencana alam berupa longsor.
"Runtutan longsor terjadi di dua titik sumber mata air, untuk menyuplai air di dua kelurahan di Maiwa. Anggota mesti masuk delapan kilometer jalan kaki ke dalam hutan untuk memperbaiki. Setelah sempat bagus, kembali ada lagi longsor di titik lainnya," jar Halifah.
Orasi tersebut dipicu banyaknya warga Maiwa khususnya Kelurahan Bangkala dan Bonto Mallangga, Kabupaten Enrekang , yang mengeluhkan layanan air bersih dari PDAM.
Jenderal Lapangan, Maswar menyebut warga di Maiwa bahkan kerap tak dapat suplai air bersih beberapa hari.
Baca Juga: Polisi Ringkus Tiga Pengguna Narkoba di Kabupaten Enrekang
"Kami mewakili warga Maiwa terutama warga di Bangkala dan Bonto Mallangga, yang menyayangkan air tak mengalir. Itu pun jika mengalir airnya keruh," ketusnya.
Dikonfirmasi, Direktur PDAM Enrekang, Halifah Bando menjawab permasalahan layanan air bersih di Maiwa disebabkan adanya pipa dari dua sumber mata air milik PDAM yang rusak karena bencana alam berupa longsor.
"Runtutan longsor terjadi di dua titik sumber mata air, untuk menyuplai air di dua kelurahan di Maiwa. Anggota mesti masuk delapan kilometer jalan kaki ke dalam hutan untuk memperbaiki. Setelah sempat bagus, kembali ada lagi longsor di titik lainnya," jar Halifah.
Lihat Juga :