Liburan ke Jepang Viral, Bupati Indramayu Lucky Hakim Angkat Bicara
Selasa, 08 April 2025 - 21:42 WIB
loading...
Bupati Indramayu Lucky Hakim angkat bicara terkait perjalanannya ke Jepang yang viral di media sosial setelah disentil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. FOTO/TOISKANDAR
A
A
A
INDRAMAYU - Bupati Indramayu Lucky Hakim akhirnya angkat bicara terkait perjalanannya ke Jepang yang viral di media sosial setelah disentil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam keterangannya pada Selasa (8/4/2025) siang, Lucky mengakui kesalahannya dan siap memberikan klarifikasi kepada pihak terkait.
Dalam acara halal bihalal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), Lucky menjelaskan, dirinya berlibur ke Jepang bersama keluarga sejak 2 April, tepat saat cuti Lebaran berlangsung. Namun, ia mengaku tidak menyadari bahwa berdasarkan surat edaran yang berlaku, kepala daerah tidak diperkenankan bepergian selama masa cuti tersebut.
Lucky menyebut bahwa ia telah berusaha mengajukan surat izin, namun permohonannya ditolak karena dikirimkan di luar jam kerja. Ia pun mengakui bahwa kurangnya diskusi dengan pejabat di lingkungannya membuatnya tidak memahami sepenuhnya aturan yang berlaku. Meskipun demikian, sebagai bentuk tanggung jawabnya, ia memutuskan untuk memajukan kepulangannya yang semula dijadwalkan pada 11 April menjadi 6 April agar tidak bolos kerja dan dapat kembali melayani masyarakat.
"Saya kurang teliti dalam memahami penolakan perizinan yang diajukan staf saya. Saya juga sudah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan siap memberikan klarifikasi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ujar Lucky Hakim.
Dalam acara halal bihalal bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), Lucky menjelaskan, dirinya berlibur ke Jepang bersama keluarga sejak 2 April, tepat saat cuti Lebaran berlangsung. Namun, ia mengaku tidak menyadari bahwa berdasarkan surat edaran yang berlaku, kepala daerah tidak diperkenankan bepergian selama masa cuti tersebut.
Lucky menyebut bahwa ia telah berusaha mengajukan surat izin, namun permohonannya ditolak karena dikirimkan di luar jam kerja. Ia pun mengakui bahwa kurangnya diskusi dengan pejabat di lingkungannya membuatnya tidak memahami sepenuhnya aturan yang berlaku. Meskipun demikian, sebagai bentuk tanggung jawabnya, ia memutuskan untuk memajukan kepulangannya yang semula dijadwalkan pada 11 April menjadi 6 April agar tidak bolos kerja dan dapat kembali melayani masyarakat.
"Saya kurang teliti dalam memahami penolakan perizinan yang diajukan staf saya. Saya juga sudah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan siap memberikan klarifikasi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ujar Lucky Hakim.
Lihat Juga :