Perokok Anak Usia 10 hingga 15 Tahun di Jawa Timur Alami Peningkatan

Selasa, 30 Agustus 2022 - 17:18 WIB
loading...
Perokok Anak Usia 10 hingga 15 Tahun di Jawa Timur Alami Peningkatan
Ilustrasi perokok anak. Foto: Istimewa
A A A
SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk Jawa Timur (Jatim) berumur 15 tahun ke atas yang memiliki perilaku merokok mengalami peningkatan.

Pada tahun 2020, jumlahnya mencapai 27,78 persen. Namun, pada tahun 2021 meningkat menjadi 28,53 persen.

Perilaku merokok lebih banyak ditemukan penduduk di pedesaan, dari pada penduduk di daerah perkotaan.

Baca juga: Serba Salah, Rokok Mahal pun Tak Jamin Bikin Perokok Anak Turun

"Persentase penduduk perdesaan pada tahun 2021 mencapai 25,95 persen lebih banyak dibandingkan dengan persentase penduduk perkotaan 22,94 persen," kata Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan, Selasa (30/8/2022).

Jumlah rata-rata batang rokok yang diisap penduduk Jatim setiap hari dalam seminggu di tahun 2021 adalah 77,54 batang. Sementara rata-rata jumlah batang rokok yang diisap penduduk Jawa Timur yang merokok tetapi tidak setiap hari adalah 31,32 batang per minggu.

Sehingga secara umum, baik penduduk yang merokok setiap hari maupun tidak setiap hari, rata- rata batang rokok yang diisap adalah 76,44 batang per minggu, atau sekitar 5 bungkus per minggu dengan isi rata-rata 15 batang per bungkus.

Baca: Orang Tua Perokok Berpotensi Lebih Tinggi Punya Anak Stunting

Proporsi terbesar penduduk Jatim yang memiliki perilaku merokok setiap hari dalam satu bulan terakhir terdapat pada penduduk kelompok umur 35-39 tahun atau sebesar 34,50 persen. Perilaku merokok setiap hari juga dilakukan oleh 34,11 persen penduduk kelompok umur 30-34 tahun.

"Perilaku merokok memang menjadi suatu kebiasaan yang umum dilakukan penduduk pada usia-usia produktif,” ujar Dadang.

Baca: Perokok Anak Naik, ALIT Indonesia Pertanyakan Kebijakan Akses Rokok

Kemudian, terdapat 0,34 persen penduduk kelompok umur 10-14 tahun yang memiliki perilaku merokok. Jumlah tersebut menjadi lebih besar pada kelompok umur 15-19 tahun yaitu 11,41 persen.

“Ini cukup memprihatinkan, karena penduduk pada kelompok usia sekolah ini seharusnya dapat dihindarkan dari perilaku merokok apalagi jika itu dilakukan setiap hari," tandas Dadang.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1376 seconds (11.210#12.26)