Makassar Merdeka Dari Sampah, Upaya Meneggakkan Siri Bersama
Minggu, 21 Agustus 2022 - 12:35 WIB
loading...
Merdeka Dari Sampah yang digagas oleh Ikajo Sulsel bersama RT 3 RW 3 Masalle, Panakukang Kota Makassar dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Merespons kegiatan Makassar 'Merdeka Dari Sampah' yang digagas oleh Ikatan Alumni Jogjakarta (Ikajo Sulsel), Budayawan Indonesia, Nirwan Ahmad Arsuka mengingatkan bahwa merdeka dari sampah identik dengan menegakkan siri bersama.
Diketahui, kegiatan 'Merdeka Dari Sampah' dilakukan oleh Ikajo Sulsel menggandeng RT 3 RW 3 Masalle, Panakukang Kota Makassar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI.
Baca Juga: Tribee Indonesia Kenalkan Budaya Indonesia di Kanal YouTube Warna Budaya
Menurut Nirwan Ahmad Arsuka, pada abad 19 lalu, Makassar disebut sebagai kota paling cantik dan paling bersih di belahan bumi Timur.
"Jadi gerakan untuk merdeka dari sampah itu juga adalah gerakan untuk mengembalikan siri' kolektif Makassar sebagai kota paling cantik dan paling bersih di belahan bumi Timur," katanya.
Lanjut dia, adalah naturalis asal Inggris, Alfred Russel Wallace, yang menjejakkan kakinya di Makassar antara September-November 1856.
"Sebelum menyambangi mengumpulkan serangga atau burung dan beberapa spesimen makhluk hidup lainnya, dia menuliskan kekagumannya akan kota Makassar," sebut Nirwan.
Diketahui, kegiatan 'Merdeka Dari Sampah' dilakukan oleh Ikajo Sulsel menggandeng RT 3 RW 3 Masalle, Panakukang Kota Makassar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI.
Baca Juga: Tribee Indonesia Kenalkan Budaya Indonesia di Kanal YouTube Warna Budaya
Menurut Nirwan Ahmad Arsuka, pada abad 19 lalu, Makassar disebut sebagai kota paling cantik dan paling bersih di belahan bumi Timur.
"Jadi gerakan untuk merdeka dari sampah itu juga adalah gerakan untuk mengembalikan siri' kolektif Makassar sebagai kota paling cantik dan paling bersih di belahan bumi Timur," katanya.
Lanjut dia, adalah naturalis asal Inggris, Alfred Russel Wallace, yang menjejakkan kakinya di Makassar antara September-November 1856.
"Sebelum menyambangi mengumpulkan serangga atau burung dan beberapa spesimen makhluk hidup lainnya, dia menuliskan kekagumannya akan kota Makassar," sebut Nirwan.
Lihat Juga :