Kisah Operasi Gagak Hitam, Cara Belanda Jajah Indonesia Jiplak Nazi Jerman Taklukkan Rusia

Jum'at, 19 Agustus 2022 - 21:42 WIB
loading...
A A A
Dalam waktu cepat, Lapangan Terbang Maguwo praktis dikuasai pasukan Belanda. Menyusul penguasaan itu, sebanyak dua kompi atau 432 orang tentara baret merah Korps Speciale Troepen (KST) yang tergabung dalam pasukan payung Grup Tempur Para I, diterjunkan.

Mereka diangkut oleh 18 pesawat angkut C-47 Dakota milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang berangkat dari Bandar Udara Andir (sekarang Bandara Husein Sastranegara Bandung).

Jenderal Spoor yang memimpin serangan dari atas pesawat B-25 Mitchell langsung melanjutkan perjalanan ke pangkalan Kalibanteng Semarang.

Dia ingin mengecek kesiapan pasukan Grup Tempur A yang ditugasi merebut Yogya dari darat sekaligus menangkap para pemimpin republik hidup atau mati.

Jenderal Spoor sudah tidak sabar ingin segera memenangkan perangnya. Pasukan dikerahkan untuk mengepung dan menyerang dari arah barat laut dan tenggara. Dari Salatiga, Pasukan Grup Tempur B yang dipimpin Kolonel de Vries bergerak menuju Solo.

Dalam dua hari Solo ditarget bisa dikuasai, dan pasukan langsung melanjutkan gerak ke Jogja. Secara bersamaan, satu batalyon Grup Tempur C dari Demak bergerak ke Rembang, dengan tujuan menguasai Cepu (Kabupaten Blora). Begitu juga Brigade Tempur Marinir yang melakukan pendaratan amfibi di Tuban juga bergerak menuju Cepu.

Setelah Cepu dikuasai, Pasukan Tempur Marinir Belanda ini membawa misi melanjutkan serangan ke wilayah Kediri. Target utamanya menguasai wilayah Jawa Timur.

“Terutama di daerah terkonsentrasinya pasukan TNI seperti Malang, Kediri dan Madiun,” demikian dikutip dari Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan.

Pada wilayah ujung barat Pulau Jawa, yakni Banten, dua batalyon pasukan Divisi C di bawah komando Kolonel D. Blanken berusaha menduduki Labuhan dan Padeglang. Pasukan Grup Tempur D bergerak dari Purwokerto ke Gombong, Purworejo, dan menguasai Magelang melalui jalur Sleman.

Sedangkan wilayah Banjarnegara dan Wonosobo dikuasai pasukan Belanda Grup Tempur E yang bergerak dari Purbalingga. Sementara hingga pukul 11.00 Wib siang, pasukan di bawah komando Van Langen masih bertahan di Lapangan Terbang Maguwo, Jogja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Bung Tomo Mengenyam...
Kisah Bung Tomo Mengenyam Pendidikan di Sekolah Elite Belanda, Keluarganya Ternyata Pejabat Polisi
Kisah Penyamaran Untung...
Kisah Penyamaran Untung Surapati, dari Jualan Sirih hingga Kumpulkan Pasukan Pejuang di Batavia
Ajoeba Wartabone, Pejuang...
Ajoeba Wartabone, Pejuang Indonesia Timur yang Gelorakan Persatuan di Awal Republik
Masyarakat Purbalingga...
Masyarakat Purbalingga Minta Pemerintah Peduli Warisan Jenderal Soedirman
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Rekomendasi
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
Berita Terkini
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Infografis
3 Calon Pemain Naturalisasi...
3 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved