alexametrics

3 Bulan Terpuruk Akibat Pagebluk, Tas Truko Kendal Mulai Bangkit

loading...
3 Bulan Terpuruk Akibat Pagebluk, Tas Truko Kendal Mulai Bangkit
Sentra kerajinan tas Truko di Kabupaten kendal, Jawa Tengah, mulai bangkit setelah lesu diterjang pandemi COVID-19. Foto/iNews TV/Eddie Prayitno
A+ A-
KENDAL - Sempat lesu selama tiga bulan akibat pandemi COVID-19, kini para perajin tas Truko di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai bisa kembali tersenyum sumringah.

(Baca juga: Prihatin Pandemi COVID-19, 2 Warga Jepara Kelilingi Alun-alun)

Usaha yang sudah bertahun-tahun dijalani masyarakat setempat itu, mulai kembali mendapatkan pesanan tas untuk sekolah dan seminar. Pesanan itu mulai datang, setelah pemerintah melonggarkan kegiatan masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.



Selama ini para perajin tas ini selalu menikmati panen ketika musim haji, karena banyaknya pesanan tas haji yang sudah menjadi spesialisasi mereka. Namun, saat pandemi COVID-19, dan ibadah haji dibatalkan, usaha tas Truko ikut terpuruk.

(Baca juga: OTG Sumbang Kesembuhan Terbanyak, 2.314 Pasien Sembuh COVID-19)

Salah satu perajin tas Truko, Lis Mardiati mengatakan, saat ini para perajin memilih untuk memproduksi tas umum yang biasa dijual di pasaran. "Pesanan memang masih sepi tidak seperti saat sebelum pandemi COVID-19," tuturnya.

Dia mengaku tetap bertahan dengan usaha pembuatan tas ini, dengan memasarkan tas-tas umum saja. Biasanya mereka mengerjakan tas khusus untuk ibadah haji dan umroh, yakni paket tas kecil untuk paspor, tas troli kecil, dan tas troli besar, harganya Rp350 ribu.

"Tahun ajaran baru ini menjadi harapan bagi kami pesanan tas bisa kembali meningkat. Kami juga mulai menerima pesanan tas untuk kegiatan seminar guru, sehingga bisa untuk menutup kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

(Baca juga: Unik, Bhabinkamtibmas Bergelar KRT Ini Pilih Berkuda Saat Tugas)

Petrajin tas lainnya, Mus Muslikah mengaku, selama masa pandemi COVID-19 ini hampir tidak ada pesanan tas. Bahkan, yang ada pesanan tas yang sudah sebelumnya akhirnya dibatalkan.

"Jelang tahun ajaran baru ini mulai ada pesanan lagi, utamanya pembuatan tas untuk anak sekolah dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Madrasah Ibtidaiyah (MI)," ungkapnya.

Harga tas sekolah tersebut sangat bervariatif, bergantung pada ukuran tas dan kualitas bahan yang dipesan. Paling kecil harganya Rp30 ribu. Bahkan ada juga yang harganya mencapai Rp130 ribu.

Para perajin tas di Kabupaten kendal tersebut, berharap pandemi COVID-19 segera berakhir, dan kehidupan kembali normal, sehingga pelaku usaha tas bisa kembali tumbuh.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak