Rumah Kayu di Pacitan, Saksi Bisu Perang Gerilya Jenderal Sudirman

Senin, 15 Agustus 2022 - 03:19 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Berteduh di Warung, 2 Warga Cisolok Sukabumi Nyaris Tersambar Petir

Serangan Umum 1 Maret 1949 di Jogjakarta, yang menggemparkan dunia karena mampu melumpuhkan pasukan Belanda, juga tercetus saat Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya di rumah sederhana tersebut, yang terus berkomunikasi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Rumah kayu sederhana ini, ditempati Jenderal Sudirman sejak 1 April 1949, dan baru ditinggalkan oleh Panglima TNI pertama ini, pada 7 Juli 1949. "Monumen Jenderal Sudirman ini, dibangun oleh keluarga almarhum Roto Suwarno, salah satu pengawal Jenderal Sudirman selama perang gerilya," ujar Camat Nawangan, Sukarman.

Baca juga: Belasan Rumah Warga di Pangkalan Bun Ludes Terbakar, 3 Petugas Pemadam Pingsan

Sukarman menyebutkan, monumen J enderal Sudirman ini kebali direnovasi dan diresmikan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Desember 2008. "Monumen yang menempati lahan seluas 10 hektare ini, selalu menjadi jujukan wisatawan," ungkapnya.

Salah seorang wisatawan, Zaenal Juki mengaku, sengaja datang ke monumen Jenderal Sudirman untuk bisa melihat jejak perjuangan kemerdekaan Indonesia. "Monumen ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia," tegasnya.
(eyt)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1947 seconds (11.97#12.26)