Potensi UMKM Kalimantan Tengah Bagus tapi Terkendala Pemasaran
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 21:15 WIB
loading...
Ketua DPW Pemuda Perindo Kalteng, Fahriyan Eko Santosa saat podcast aksi nyata dengan tema ‘Mengenal Lebih Jauh Tentang Tanah Swapraja di Kalimantan Tengah,’ Jumat (12/8/2022). Foto/SINDOnews/Inin Nastain
A
A
A
JAKARTA - Kalimantan Tengah dengan segala segala kekayaan yang dimilikinya, mampu menghadirkan berbagai potensi bagi UMKM. Namun sayang, kekayaan itu tidak lantas membuat produk dari daerah itu bisa bersaing dan mudah ditemukan di pasaran.
Ketua DPW Pemuda Perindo Kalimantan Tengah (Kalteng), Fahriyan Eko Santosa mengatakan, setelah sempat dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun, saat ini mulai menggeliat. Namun, mereka memiliki kelemahan dalam hal pemasaran.
Baca juga: Mengenal Tanah Swapraja di Kalimantan Tengah
“Sekarang lebih bagus, tapi kelemahan di kami itu di bagian pemasaran saja. Kita tuh cuma bisa memasarkan tuh cuma di Kalteng saja,” kata Fahriyan dalam podcast Perindo dengan tema Mengenal Lebih Jauh Tentang Tanah Swapraja di Kalimantan Tengah, Jumat (12/8/2022).
Harga, diakui dia menjadi pemicu sulitnya produk-produk Kalteng bisa bersaing di daerah luar. Di luar daerah, harga yang dibanderol untuk produk Kalteng dinilai masih cukup tinggi.
“Karena harga yang kita kirim untuk keluar itu, contohnya ke Jakarta, masih kurang untuk bersaing. Karena dianggapnya harga kami ini masih mahal,” beber pria yang merupakan salah satu kerabat Kesultanan Kotawaringin ini.
Ketua DPW Pemuda Perindo Kalimantan Tengah (Kalteng), Fahriyan Eko Santosa mengatakan, setelah sempat dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun, saat ini mulai menggeliat. Namun, mereka memiliki kelemahan dalam hal pemasaran.
Baca juga: Mengenal Tanah Swapraja di Kalimantan Tengah
“Sekarang lebih bagus, tapi kelemahan di kami itu di bagian pemasaran saja. Kita tuh cuma bisa memasarkan tuh cuma di Kalteng saja,” kata Fahriyan dalam podcast Perindo dengan tema Mengenal Lebih Jauh Tentang Tanah Swapraja di Kalimantan Tengah, Jumat (12/8/2022).
Harga, diakui dia menjadi pemicu sulitnya produk-produk Kalteng bisa bersaing di daerah luar. Di luar daerah, harga yang dibanderol untuk produk Kalteng dinilai masih cukup tinggi.
“Karena harga yang kita kirim untuk keluar itu, contohnya ke Jakarta, masih kurang untuk bersaing. Karena dianggapnya harga kami ini masih mahal,” beber pria yang merupakan salah satu kerabat Kesultanan Kotawaringin ini.
Lihat Juga :