Siagakan Speedboat di Dapil, Daniel Antoh dari Partai Perindo Selamatkan Ibu Hamil dan Pasien Kecelakaan Kerja
loading...

Speedboat milik Anggota DPRD Mamberamo Tengah terpilih, Daniel Antoh mengantarkan ibu hamil ke RSUD Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. FOTO/IST
A
A
A
MAMBERAMO TENGAH - Meski belum dilantik, Daniel Antoh yang merupakan anggota DPRD terpilih di Kabupaten Mamberamo Raya , Papua, sudah menunjukkan kerja nyata dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Dua kasus darurat medis berhasil tertangani berkat kesigapan Koordinator Dapil V DPW Partai Perindo Papua sekaligus Wakil Sekretaris Internal DPD Partai Perindo Mamberamo Raya ini.
"Armada speedboat milik saya mengantarkan dua pasien dari Mamberamo Raya ke Kepulauan Yapen untuk mendapatkan pertolongan medis. Akhirnya kedua pasien tertolong," tutur Daniel Antoh saat dihubungi, Rabu (26/2/2025).
![Siagakan Speedboat di Dapil, Daniel Antoh dari Partai Perindo Selamatkan Ibu Hamil dan Pasien Kecelakaan Kerja]()
Anggota legislatif kelahiran Sorong yang berusia 39 tahun ini mengungkapkan kronologi dua peristiwa tersebut. Pada 22 Februari 2025, seorang ibu hamil bernama Nelly Rumayom (28) mengalami kesulitan bersalin di Puskesmas Gesa Baru, Distrik Benuki, Kabupaten Mamberamo Raya.
Lantaran keterbatasan obat-obatan, tim medis setempat merujuknya ke RSUD Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen yang berjarak enam jam perjalanan menggunakan speedboat.
Saat itu, salah satu tenaga medis, Lambert Ngebursian, menghubungi Daniel untuk meminta bantuan transportasi. Berada di ibu kota kabupaten, Daniel segera mempersilakan penggunaan speedboat pribadinya untuk mengantar pasien ke rumah sakit rujukan. Berkat respons cepat tersebut, ibu dan sang bayi berhasil selamat.
Sebelumnya, pada 17 Februari 2025, kasus darurat lainnya terjadi ketika Kaleb Maau (32) mengalami luka parah akibat kecelakaan kerja saat beraktivitas di kebun.
Dengan keterbatasan obat-obatan di puskesmas setempat, dia juga harus dirujuk ke RSUD Serui. Setelah menempuh perjalanan enam jam melewati sungai dan laut, Kaleb akhirnya mendapatkan tindakan operasi dan kini kondisinya semakin membaik.
"Kondisi fasilitas kesehatan di Mamberamo Raya sebenarnya cukup baik, tetapi masih ada kendala seperti kurangnya ruang rawat inap dan keterlambatan distribusi obat-obatan, terutama di awal tahun," terang Daniel.
Dua kasus darurat medis berhasil tertangani berkat kesigapan Koordinator Dapil V DPW Partai Perindo Papua sekaligus Wakil Sekretaris Internal DPD Partai Perindo Mamberamo Raya ini.
"Armada speedboat milik saya mengantarkan dua pasien dari Mamberamo Raya ke Kepulauan Yapen untuk mendapatkan pertolongan medis. Akhirnya kedua pasien tertolong," tutur Daniel Antoh saat dihubungi, Rabu (26/2/2025).

Anggota legislatif kelahiran Sorong yang berusia 39 tahun ini mengungkapkan kronologi dua peristiwa tersebut. Pada 22 Februari 2025, seorang ibu hamil bernama Nelly Rumayom (28) mengalami kesulitan bersalin di Puskesmas Gesa Baru, Distrik Benuki, Kabupaten Mamberamo Raya.
Lantaran keterbatasan obat-obatan, tim medis setempat merujuknya ke RSUD Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen yang berjarak enam jam perjalanan menggunakan speedboat.
Saat itu, salah satu tenaga medis, Lambert Ngebursian, menghubungi Daniel untuk meminta bantuan transportasi. Berada di ibu kota kabupaten, Daniel segera mempersilakan penggunaan speedboat pribadinya untuk mengantar pasien ke rumah sakit rujukan. Berkat respons cepat tersebut, ibu dan sang bayi berhasil selamat.
Sebelumnya, pada 17 Februari 2025, kasus darurat lainnya terjadi ketika Kaleb Maau (32) mengalami luka parah akibat kecelakaan kerja saat beraktivitas di kebun.
Dengan keterbatasan obat-obatan di puskesmas setempat, dia juga harus dirujuk ke RSUD Serui. Setelah menempuh perjalanan enam jam melewati sungai dan laut, Kaleb akhirnya mendapatkan tindakan operasi dan kini kondisinya semakin membaik.
"Kondisi fasilitas kesehatan di Mamberamo Raya sebenarnya cukup baik, tetapi masih ada kendala seperti kurangnya ruang rawat inap dan keterlambatan distribusi obat-obatan, terutama di awal tahun," terang Daniel.