Tragis! Anak Perempuan 5,5 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Pantai Warambadi Sumba Timur

Senin, 08 Agustus 2022 - 22:44 WIB
loading...
Tragis! Anak Perempuan 5,5 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Pantai Warambadi Sumba Timur
Bocah malang ini terbujur kaku di rumah sakit usai ditemukan tak bernyawa akibat diterkam buaya di Pantai Warambadi Sumba Timur. Foto: Istimewa
A A A
SUMBA TIMUR - Ernawati Rambu Nona, seorang anak perempuan berusia 5,5 tahun tewas usai diterkam buaya muara di Pantai Warambadi, Desa Palanggay, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur , NTT, Senin (8/8/2022).

Gadis kecil malang yang baru masuk Taman Kanak – kanak itu sebelumnya tak menduga akan menjadi incaran buaya ketika bermain di sekitar muara dan pantai.

Baca juga: Ngeri! Buaya Sungai Mamberamo Serang Manusia, 1 Bocah Diterkam saat Cari Ikan

Camat Pahunga Lodu, Yakub Mangu Yada yang membagikan informasi tekait peristiwa itu menyatakan, peristiwa itu terjadi begitu tiba-tiba.

Awalnya kata dia, si anak menunggu kedua orang tuanya melaut mencari hasil laut saat air surut. Gadis malang itu, katanya dititipkan di salah satu rumah kerabatnya di pesisir pantai.



“Saat air laut pasang, orang tuanya kembali ke pinggir pantai dan mura, membersihkan bulu babi dan hasil laut yang mereka dapat. Melihat itu, si anak mendekat bersama anak anjing miliknya dan lalu bermain dan mandi di pinggir laut, tapi tiba-tiba saja, buaya muncul dan menerkam serta membawa si anak ke air yang dalam,” beber Yakub via ponselnya, Senin (8/8/2022) malam.

Melihat anaknya diterkam dan diserang buaya, lanjut Yakub, kedua orang tuanya berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan membantu mengejar buaya yang membawa anak malang itu ke air dalam.

Baca juga: Warga Tanggamus Lampung Diserang Buaya, Tangan Kirinya Nyaris Putus

“Warga kejar dan memburu buaya itu bahkan menggunakan perahu motor, tapi lebih dari satu jam kemudian, si anak baru ditemukan tapi telah meninggal dunia dengan bekas luka di bagian dekat rahangnya. Sempat bawa juga ke puskesmas selanjutnya disemayamkan ke rumah duka di Desa Mburukulu,” ungkap Yakub.

Peristiwa warga diserang buaya di tempat itu, kata Yakub, bukan baru pertama kali. Warga sebut dia juga telah berupaya waspada namun memang populasi buaya sudah mencemaskan, sehingga perlu penanganan dari instansi yang berkompeten, hingga tidak lagi sampai ada korban.

“Yang lalu juga pernah seperti ini sampai BKSDA datang katanya mau tangkap buaya tapi ya tidak berhasil. Buaya juga makin banyak dan ganas,” pungkasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1943 seconds (10.55#12.26)