Perajin Kowi di KBB Bertahan di Tengah Gempuran Teknologi Modern
Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:28 WIB
loading...
Kowi yang merupakan wadah dari tanah liat tempat peleburan emas atau logam lainnya yang kini sudag mulai langka dan hanya ada beberapa perajin yang masih bertahan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG BARAT - Perkembangan teknologi yang demikian pesat membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Berbagai perkakas tradisional yang dulu dianggap sangat vital fungsinya mulai tegantikan dengan peralatan yang serba modern.
Salah satunya adalah Kowi yang merupakan kerajinan untuk wadah tempat peleburan emas atau logam lainnya, yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung. Keberadaannya kini mulai langka, walaupun masih ada beberapa perajin yang masih bertahan dan ditemui. Baca juga: Sahabat Ganjar Kembali Cari Talenta Muda Lewat Lomba Hackathon
Seperti di perajin Kowi di Kampung Nyalindung, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Di tempat tersebut, masih ada yang konsisten memproduksi Kowi. Bahkan, membuat Kowi merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan.
Pasangan suami istri Tuti (57) dan Dasman (75) menjadi salah satu yang masih membuat Kowi. Di rumahnya yang sederhana, keduanya dengan terampil membuat Kowi yang berbahan dasar dari tanah liat. Keduanya tampak cekatan membuat Kowi bersama perajin lainnya. "Bapa dan ibu sudah menekuni membuat Kowi sejak 50 tahun lalu, dari awal waktu nikah," ucapnya belum lama ini.
Salah satunya adalah Kowi yang merupakan kerajinan untuk wadah tempat peleburan emas atau logam lainnya, yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung. Keberadaannya kini mulai langka, walaupun masih ada beberapa perajin yang masih bertahan dan ditemui. Baca juga: Sahabat Ganjar Kembali Cari Talenta Muda Lewat Lomba Hackathon
Seperti di perajin Kowi di Kampung Nyalindung, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Di tempat tersebut, masih ada yang konsisten memproduksi Kowi. Bahkan, membuat Kowi merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan.
Pasangan suami istri Tuti (57) dan Dasman (75) menjadi salah satu yang masih membuat Kowi. Di rumahnya yang sederhana, keduanya dengan terampil membuat Kowi yang berbahan dasar dari tanah liat. Keduanya tampak cekatan membuat Kowi bersama perajin lainnya. "Bapa dan ibu sudah menekuni membuat Kowi sejak 50 tahun lalu, dari awal waktu nikah," ucapnya belum lama ini.
Lihat Juga :