26 Tahun Kudatuli dan Cerita Para eks Aktivis PRD yang Sempat Jadi Kambing Hitam

Kamis, 28 Juli 2022 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2001 Dita mendapat penghargaan Ramon Magsaysay Award. Dita yang kemudian bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah.

Baca juga: Kisah Bung Karno sedang Mencari Tuhan, Kalbunya Bergetar!

Andi Arief

Pimpinan SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi ) cabang Yogyakarta ini menjadi salah satu aktivis yang diburu paska meletusnya peristiwa Kudatuli.

Pada 28 Maret 1998, Andi Arief hilang bersama sejumlah aktivis lainnya. Mereka menjadi korban penculikan. Setelah menandatangani surat penahanan dari kepolisian, pada 14 Juli 1998, Andi Arief kembali muncul.

Pada pemilu tahun 2004, Andi Arief yang juga pernah menginisiasi berdirinya Komite Penegak Hak Politik Mahasiswa (Tegaklima) itu, bergabung dalam tim pemenangan pasangan SBY-Jusuf Kalla.

Dua tahun kemudian saat SBY menjabat presiden RI, Andi Arief dipercaya menjadi Komisaris PT Pos Indonesia. Pada tahun 2009 ia ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana.

Saat ini, mantan aktivis 98 asal Bandar Lampung 20 November 1973 itu menjabat sebagai wakil sekjen Partai Demokrat.

Faisol Reza

Saat Kudatuli meletus dan banyak aktivis PRD yang diburu dan ditangkapi, Faisol Reza dilimpahi tanggung jawab menjaga eksistensi PRD di wilayah Semarang, Yogya dan Solo. Bahwa organisasi harus tetap hidup.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3563 seconds (11.97#12.26)