Hari Kedua Pimpin Makassar, Rudy Kerahkan 3.000 Pasukan Disinfektan
Sabtu, 27 Juni 2020 - 19:14 WIB
loading...
Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin memimpin apel gabungan 3.000 pasukan penyemprot disinfektan. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar , Rudy Djamaluddin, bergerak cepat dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Hari kedua memimpin kota ini, Rudy langsung memimpin apel gabungan 3.000 pasukan penyemprot disinfektan . Mereka akan melakukan operasi disinfeksi massal guna menekan penyebaran virus corona di Kota Makassar.
Kepada ribuan pasukan gabungan itu, Rudy berpesan agar bekerja dengan semangat kemanusian. Diingatkannya untuk mengutamakan kesehatan sendiri dulu sebelum orang lain. Mereka juga dituntut bekerja dengan pendekatan humanis, sentuh masyarakat dengan baik dan ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa COVID-19 tidak perlu ditakuti.
“Kita akan kuatkan kordinasi bersama seluruh aparat camat, lurah hingga RT/RW untuk bisa memonitor dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing," kata Rudy, saat apel gabungan di Pelataran Pelabuhan Paotere, Sabtu (27/6/2020).
"Kita juga akan ukur kinerja camat dan lurah. Siapa yang bekerja paling maksimal mengubah wilayahnya dari zona merah menjadi hijau dan yang zona hijau tetap hijau," sambung Guru Besar Fakultas Teknik Unhas ini.
Baca Juga: 3 Perilaku yang Mesti Diwujudkan Warga Makassar untuk Kendalikan COVID-19
Kepada ribuan pasukan gabungan itu, Rudy berpesan agar bekerja dengan semangat kemanusian. Diingatkannya untuk mengutamakan kesehatan sendiri dulu sebelum orang lain. Mereka juga dituntut bekerja dengan pendekatan humanis, sentuh masyarakat dengan baik dan ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa COVID-19 tidak perlu ditakuti.
“Kita akan kuatkan kordinasi bersama seluruh aparat camat, lurah hingga RT/RW untuk bisa memonitor dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing," kata Rudy, saat apel gabungan di Pelataran Pelabuhan Paotere, Sabtu (27/6/2020).
"Kita juga akan ukur kinerja camat dan lurah. Siapa yang bekerja paling maksimal mengubah wilayahnya dari zona merah menjadi hijau dan yang zona hijau tetap hijau," sambung Guru Besar Fakultas Teknik Unhas ini.
Baca Juga: 3 Perilaku yang Mesti Diwujudkan Warga Makassar untuk Kendalikan COVID-19
Lihat Juga :