Guru Besar Ubaya Jawab Strategi Manufaktur Hadapi Tantangan Pandemi Covid-19
Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan medium dan long-term strategies mengarah pada dukungan dan kolaborasi dari pemerintah. Pemerintah harus segera menyiapkan rencana insentif untuk memulihkan sektor manufaktur yang dianggap penting untuk ketahanann dan keberlajutan nasional.
Prof. Joni menyebutkan bahwa pemerintah di berbagai negara hampir pasti menggunakan manufaktur dalam negeri sebagai bagian dari rencana mereka untuk membangun ketahanan strategis setelah situasi krisis saat ini. Otomasi akan menjadi kunci sebagai upaya menghidupkan kembali manufaktur dalam negeri terutama di negara maju.
“Off-shoring yang sebelumnya didorong oleh biaya tenaga kerja dan biaya transportasi yang rendah sekarang kurang relevan. Perkembangan otomatisasi dan robotika telah secara drastis meningkatkan produktivitas dalam beberapa proses pembuatan,” sambungnya.
Adanya strategi manufaktur maka akan mempercepat reshoring (accelerate reshoring), meningkatkan aplikasi additive manufacturing sekaligus speed atau micro factory. “Indonesia harus terus berjuang untuk menarik investor asing sehingga dapat menjadi tempat utama relokasi sebagai bagian dari reshoring,” tegas Prof. Joni.
Selain Prof. Joniarto Parung, hadir pula tiga narasumber lain, yaitu Dr. Nofrisel, selaku CEO PT. Dewata Freight International, Tbk sekaligus Ketua Dewan Pakar ALI memaparkan topik “Logistics Service In Indonesia: During And After Covid-19 Prediction”.
Selanjutnya, Johnny Jiang selaku Vice Director Op. & SC Excellence Institute in Liverpool University sekaligus Senior Director in FTI Consulting membahas mengenai “Supply Chain Perspective In China In The Post Pandemic”.
Kemudian pemaparan berikutnya mengenai “Global And Local SC Optimization In An International Company Experience Learned From Covid-19 Crisis” disampaikan oleh Forrest Zhang selaku General Manager of ASSA ABLOY Crawford Door (Kunshan) Co., Ltd.
Hadir pula dalam webinar yaitu Zaldy Ilham Masita selaku Chairman ALI dan Ivy Kamadjaja selaku Ketua ALI Jawa Timur. Webinar ini dipandu oleh Wahyu Adi selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi ALI Jawa Timur.
Prof. Joni menyebutkan bahwa pemerintah di berbagai negara hampir pasti menggunakan manufaktur dalam negeri sebagai bagian dari rencana mereka untuk membangun ketahanan strategis setelah situasi krisis saat ini. Otomasi akan menjadi kunci sebagai upaya menghidupkan kembali manufaktur dalam negeri terutama di negara maju.
“Off-shoring yang sebelumnya didorong oleh biaya tenaga kerja dan biaya transportasi yang rendah sekarang kurang relevan. Perkembangan otomatisasi dan robotika telah secara drastis meningkatkan produktivitas dalam beberapa proses pembuatan,” sambungnya.
Adanya strategi manufaktur maka akan mempercepat reshoring (accelerate reshoring), meningkatkan aplikasi additive manufacturing sekaligus speed atau micro factory. “Indonesia harus terus berjuang untuk menarik investor asing sehingga dapat menjadi tempat utama relokasi sebagai bagian dari reshoring,” tegas Prof. Joni.
Selain Prof. Joniarto Parung, hadir pula tiga narasumber lain, yaitu Dr. Nofrisel, selaku CEO PT. Dewata Freight International, Tbk sekaligus Ketua Dewan Pakar ALI memaparkan topik “Logistics Service In Indonesia: During And After Covid-19 Prediction”.
Selanjutnya, Johnny Jiang selaku Vice Director Op. & SC Excellence Institute in Liverpool University sekaligus Senior Director in FTI Consulting membahas mengenai “Supply Chain Perspective In China In The Post Pandemic”.
Kemudian pemaparan berikutnya mengenai “Global And Local SC Optimization In An International Company Experience Learned From Covid-19 Crisis” disampaikan oleh Forrest Zhang selaku General Manager of ASSA ABLOY Crawford Door (Kunshan) Co., Ltd.
Hadir pula dalam webinar yaitu Zaldy Ilham Masita selaku Chairman ALI dan Ivy Kamadjaja selaku Ketua ALI Jawa Timur. Webinar ini dipandu oleh Wahyu Adi selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi ALI Jawa Timur.
(msd)
Lihat Juga :