Gelar PKPA dalam Setahun, Peradi Jakbar Lahirkan 1.000 Calon Advokat
Rabu, 20 Juli 2022 - 21:21 WIB
loading...
DPC Peradi Jakarta Barat menggelar gathering 1.000 Peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Jakarta Barat menggelar gathering 1.000 Peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Selama kurun waktu Juli 2021 hingga Juli 2022, DPC Peradi Jakbar telah melahirkan lebih dari 1.000 calon advokat yang telah menyelesaikan PKPA.
Ketua DPC Peradi Jakarta Barat Suhendra Asido Hutabarat mengatakan, selama kurun waktu Juli 2021-Juli 2022 sudah dilaksanakan 10 PKPA yang menggandeng empat kampus. Selama itu PKPA sudah melahirkan 1043 calon advokat.
“Saat ini ada juga PKPA yang sedang berlangsung. Apabila ditambah, jumlah peserta PKPA DPC Peradi Jakbar sebanyak 1.200,” kata Asido dalam keterangannya, Rabu (20/7/2022).
Asido menjelaskan, DPC Peradi Jakbar terus berusaha menjaga mutu dan kualitas penddidikan dari PKPA yang diselenggarakan agar nantinya lahir para advokat yang profesional, berintegritas, dan berperan positif dalam penegakan hukum di Indonesia.
"Pendidikan yang berkualias diharapkan akan menghasilan advokat yang berkualitas. Kami tidak mau asal-asalan karena tidak mau ada advokat yang nantinya justru mencoreng nama baik advokat,” jelasnya.
Ketua DPC Peradi Jakarta Barat Suhendra Asido Hutabarat mengatakan, selama kurun waktu Juli 2021-Juli 2022 sudah dilaksanakan 10 PKPA yang menggandeng empat kampus. Selama itu PKPA sudah melahirkan 1043 calon advokat.
“Saat ini ada juga PKPA yang sedang berlangsung. Apabila ditambah, jumlah peserta PKPA DPC Peradi Jakbar sebanyak 1.200,” kata Asido dalam keterangannya, Rabu (20/7/2022).
Asido menjelaskan, DPC Peradi Jakbar terus berusaha menjaga mutu dan kualitas penddidikan dari PKPA yang diselenggarakan agar nantinya lahir para advokat yang profesional, berintegritas, dan berperan positif dalam penegakan hukum di Indonesia.
"Pendidikan yang berkualias diharapkan akan menghasilan advokat yang berkualitas. Kami tidak mau asal-asalan karena tidak mau ada advokat yang nantinya justru mencoreng nama baik advokat,” jelasnya.
Lihat Juga :