alexametrics

Aksi Menolak TKA China Berlanjut, Kepala Imigrasi Siap Mundur

loading...
Aksi Menolak TKA China Berlanjut, Kepala Imigrasi Siap Mundur
Massa mahasiswa di Kendari, Sulawesi tenggara, menggelar unjuk rasa dan membakar ban bekas di depan Kantor Imigrasi Kendari, untuk menolak kedatangan 500 TKA China. Foto/iNews TV/Febriyono Tamenk
A+ A-
KENDARI - Gelombang aksi demonstrasi menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China, terus berlanjut di Kendari, Sulawesi Tenggara. Massa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, juga mendatangi Kantor Imigrasi Kendari.

(Baca juga: Anak Petani Asal Paluta Raih Adhi Makayasa Taruna AAU 2020)

Mereka bukan hanya menggelar orasi, namun juga membakar ban bekas di jalan depan Kantor Imigrasi Kendari. Akibatnya, pelayanan di kantor tersebut juga sempat terhambat, dan masyarakat yang akan mengurus paspor memilih melakukan penundaan.



Pada hari biasanya, masyarakat yang datang untuk mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kendari, bisa mencapai antara 10-20 orang/hari. Kini sejak ramai aksi demonstrasi, yang datang hanya 2-3 orang/hari.

(Baca juga: Tangis Haru Sumiyati, Pulang Dari Papua Diantar Prajurit Kostrad)

Menanggapi aksi demonstrasi di depan kantornya, Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Hajar Aswad memberikan jaminan siap mundur dari jabatannya apabila dokumen 500 TKA China, tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Apabila tidak sesuai ketentuan, saya siap mundur. Saya pastikan, 500 TKA China tersebut, dokumennya sudah sesuai ketentuan, karena saya sudah melihat datanya. 156 TKA China yang datang pada gelombang pertama, dokumennya juga sudah sesuai ketentuan," tegasnya.

(Baca juga: 2 Pembunuh Wanita di Mojokerto Ditangkap, Ini Motifnya)

Sebanyak 156 TKA China yang datang pada gelombang pertama, memiliki Visa 312 atau visa untuk bekerja. Rencananya sebanyak 344 TKA China akan datang pada gelombang kedua dan ketiga, dengan menggunakan visa untuk bekerja.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak