Ratusan Pemudik Idul Adha Terlantar di Terminal Purabaya Surabaya

Jum'at, 08 Juli 2022 - 21:27 WIB
loading...
Ratusan Pemudik Idul Adha Terlantar di Terminal Purabaya Surabaya
Ratusan pemudik libur Idul Adha, terlantar di Terminal Purabaya Surabaya, Jumat (8/7/2022) malam. Foto/iNews TV/Pramono Putra
A A A
SIDOARJO - Membeludaknya jumlah calon penumpang bus di Terminal Purabaya Surabaya, membuat ratusan calon pemudik yang hendak pulang kampung saat Idul Adha, terlantar. Ratusan calon penumpang tersebut, menumpuk di terminal berharap masih ada bus untuk mengangkut ke kota tujuan.

Baca juga: Dishub DKI: 62.549 Pemudik Tiba di 7 Terminal Jakarta

Puluhan bus di Terminal Purabaya, terpaksa berangkat lebih awal karena melonjaknya jumlah penumpang jelang libur Idul Adha. Hampir seluruh armada bus reguler yang tersedia telah habis, sementara pemudik terus meningkat hingga malam.



Para pemudik ini rata-rata adalah para pekerja dan karyawan pabrik warga Kota Surabaya, dan Kabupaten Sidoarjo, yang ingin mudik menikmati libur hari raya Idul Adha di kampung halaman mereka.

Baca juga: Viral! Wanita Muda Jadi Janda Baru, Bahagia Pamer Akta Cerai

Para calon penumpang bus tersebut, terpaksa harus berebut untuk naik bus agar bisa sampai ke kota tujuannya. Lonjakan jumlah penumpang bus ini, sudah terasa sejak Jumat (8/7/2022) sore, dan terus bertambah hingga malam hari.

Salah satu calon penumpang bus, Andi mengaku hendak pulang kampung ke Kabupaten Bojonegoro. Namun, sesampainya di Terminal Puroboyo, sudah tidak ada bus. "Inginnya pulang, tapi busnya sudah habis," ungkapnya sedih.

Baca juga: Tergiur Gaji Besar, TKW Asal Grobogan Jadi Korban Perdagangan Manusia di Arab Saudi

Sejumlah perusahaan otobus sudah mengerahkan bus cadangan dan bus pariwisata, namun banyaknya jumlah penumpang bus membuat armada yang dikerahkan tidak mencukupi, dan banyak penumpang bus masih terlantar. "Ini kami menunggu bus dari tadi, tapi belum ada," ujar Tina, salah satu pemudik yang terlantar di Terminal Purabaya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1823 seconds (11.252#12.26)