alexametrics

Corona Sulit Dikendalikan, Patung RA Kartini Dipasangi Masker

loading...
Corona Sulit Dikendalikan, Patung RA Kartini Dipasangi Masker
Patung RA Kartini dipasang masker sebagai simbol ajakan untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan. FOTO : iNews.tv/Alip Sutarto
A+ A-
JEPARA - Penularan virus ganas Corona atau COVID-19 di Jepara, Jawa Tengah sulit dikendalikan. Dari hari ke hari penderita positif virus asal Wuhan China ini terus meningkat.

Sebagai simbol ajakan guna mengajak kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan terutama mengenakan masker, sejumlah awak media di Jepara mengenakan masker pada patung Raden Ajeng Kartini di perempatan Jalan Pemuda, Kamis (256/2020). Masker berupa lembaran kain berwarna merah tersebut dikenakan menutupi sebagian wajah dari mulut hingga dagu.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan akan lonjakan penderita COVID-19 di Jepara yang terus meningkat. Peningkatan ini terjadi semenjak usai Lebaran yang awalnya hanya 5 orang kini telah mencapai 261 orang postif.

“Pemasangan masker pada patung Raden Ajeng Kartini sebagai simbol ajakan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, terutama mengenakan masker saat bepergian atau dimana saja berada. Ini untuk melindungi diri serta mencegah penularan COVID-19,” terang Rhobi Sani, koordinator aksi.



Selain memasang masker pada patung Raden Ajeng Kartini, awak media bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara juga berbagi masker serta pita hitam kepada pengguna jalan. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas keprihatinan atas meninggalnya tiga petugas medis di Jepara akibat COVID-19.

Dari data gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Jepara, penderita positif COVID-19 hingga hari Kamis 25 Juni 2020 berjumlah 261 orang.

Terdiri dari 230 menjalani perawatan, 14 orang sembuh 17 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 50 orang di antaranya merupakan petugas medis.(Baca juga : Puluhan KIS Milik Warga Bumiharjo Jepara Ditemukan di Tempat Rongsok)
(nun)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak