alexametrics

Lagi, Kabupaten Sumba Timur Kirim 86 Sampel Swab ke Kupang

loading...
Lagi, Kabupaten Sumba Timur Kirim 86 Sampel Swab ke Kupang
Pesawat Dimonim Air yang dicarter oleh Pemprov NTT untuk pengiriman sampel swab di Sumba Timur. FOTO: MNC Media/Dionisius Umbu Ana Lodu
A+ A-
SUMBA - Dinas Kesehatan Sumba Timur – NTT melalui tim gugus tugas pencegahan dan penanganan COVID – 19, Kamis (25/06/2020) kembali mengirimkan specimen atau sample swab ke Kupang.

Sampel itu nantinya akan diuji laboratorium biomolekuler RSUD WZ Johannes – Kupang. Untuk pengiriman kali ini total ada 86 specimen swab yang dikirimkan.

“Hari ini pengiriman sampel swab ke Kupang dilaksanakan dua kali. Pertama sebanyak 29 sampel dengan pesawat Wings Air pagi tadi. Kemudian siangnya dikirimkan lagi sebanyak 57 sampel swab dengan pesawat carteran Pemprov NTT,” jelas Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumba Timur, Chrisnawan T Haryantana, kepada wartawan di Posko Gugus tugas COVID-19 setempat.(Baca juga : Satu Positif Covid-19, Puluhan Tenaga Medis Sumba Timur Dikarantina)



Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Sumba Timur, Jonker Telnoni yang kala itu mendampingi Kadis memaparkan, 29 sampel yang pertama dikirmkan merupakan swab yang diambil dari tiga warga yang hingga kini masih menjalani isolasi di RSUD Umbu Rara Meha karena positif COVID-19. Kemudian 26 sampel lainnya merupakan swab yang diambil dari warga dan tenaga medis yang pernah melakukan kontak sengan seorang tenaga medis yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19.

Jonker juga menjelaskan, dari 57 sampel swab yang dikirimkan berikutnya adalah terdiri tujuh sampel dari warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif di Sumba Barat Daya. Sementara 50 sampel swab sisanya merupakan hasil pengambilan sampel dari warga yang pernah melakukan kontak dengan seorang warga asal Kelurahan Maulumbi, yang kemudian terkonfirmasi positif COVID-19.
(nun)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak