Fakta-fakta Mayor Ckm dr Beni Arjihans Meninggal Ditusuk di RS Merauke, Nomor 3 Mengerikan

Selasa, 05 Juli 2022 - 13:51 WIB
loading...
Fakta-fakta Mayor Ckm dr Beni Arjihans Meninggal Ditusuk di RS Merauke, Nomor 3 Mengerikan
Danrem 174 ATW Merauke Brigjen TNI Evi Reza Pahlevi menjelaskan kasus penusukan Kepala Rumah Sakit tingkat IV LB Moerdani Merauke, Mayor Ckm Dr Beni Arjihans oleh oknum anggota TNI, Sertu MA. Foto/iNews TV/Syahrial
A A A
MERAUKE - Meninggalnya Kepala Rumah Sakit tingkat IV LB Moerdani Merauke, Mayor Ckm dr Beni Arjihans secara tragis ditusuk oknum anggota TNI, Sertu MA meninggalkan duka mendalam.

Peristiwa menggegerkan ini terjadi di ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit tingkat IV LB Moerdani Merauke, Papua pada Selasa (5/7/2022) sekitar pukul 09.46 WIT.

Baca juga: Kepala RS Merauke Tewas Ditusuk, Pelaku Oknum TNI

Pelaku tiba-tiba menusuk bagian belakang tubuh korban yang sama-sama sedang berada di ruang UGD dengan pisau dapur. Diketahui korban yang merupakan perwita TNI dan pelaku bertugas di rumah sakit tersebut.

Berikut fakta-fakta yang terjadi:

1. Danrem 174 ATW Merauke Brigjen TNI Evi Reza Pahlevi menjelaskan bahwa peristiwa penusukan berlangsung spontan selesai apel pagi. Korban sesaat sebelum kejadian masuk ke ruang UGD.

2. Ketika korban membuka pintu, pelaku langsung datang menghunus pisau dapur, mengejar dan menusuk korban hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Perwira TNI Kepala Rumah Sakit Merauke Meninggal Dunia Ditusuk di UGD

3. Korban ditusuk dari arah belakang dan pisau tertancap. Hingga korban meninggal pisau masih tertancap. Hasil autopsi diketahui korban mengalami luka tusuk di bagian belakang sebelah kiri sedalam sekitar 23 cm.

4. Danrem menyatakan hingga saat ini belum mengetahui secara pasti motif penusukan. Petugas masih memeriksa dan mendalami kasus ini.



5. Danrem menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya. Pelaku yang merupakan perawat langsung diamankan dan ditahan di Denpom.

6. Danrem menyatakan pelaku pasti akan dihukum seberat-beratnya dan dipecat.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1241 seconds (10.101#12.26)