Di Balik Kesuksesan Pra Penas, Puluhan Pedagang Mengaku Merugi
Senin, 27 Juni 2022 - 18:25 WIB
loading...
Stan UMKM Pra Penas Maros. Sejumlah pedagang mengaku mengalami kerugian di acara ini. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Pra Penas (Pekan Nasional) sudah selesai digelar. Tapi di balik suksesnya event nasional itu, terdapat permasalahan yang menjadi perhatian, lantaran pihak-pihak yang mengambil bagian, seperti pelaku UMKM mengalami kerugian.
Itu bisa terjadi karena sepinya pengunjung di lokasi UMKM berjualan. Salah satu pedagang di Alun-alun Bank Sulselbar yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian.
Baca juga:Sukses Gelar Pra Penas, Chaidir Syam Klaim 6.000 Pendatang Padati Maros
“Dari hari pertama sampai hari terakhir saya cuman dapat Rp300 ribu saja,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/6/2022).
Dia mengatakan, dalam mengambil peran di perhelatan tingkat nasional ini, dia menyewa dua stan dengan harga Rp600 ribu.
“Saya sewa dua stan, satu stan itu harganya Rp300 ribu jadi totalnya Rp600 ribu, tapi tiap harinya saya cuma dapat Rp100 ribu, sampai hari terakhir saya belum balik modal,” katanya.
Dia mengeluh minimnya pendapatannya di Pra Penas ini lantaran jalan di Bougenvilee ditutup. Apalagi saat kedatangan menteri, jalan ditutup, sampai hari terakhir peserta Pra Penas yang datang kurang dari 10 orang. Makanya dia meminta panitia untuk mengembalikan separuh biaya dari sewa stan tersebut.
"Untuk sewa mobil saja Rp150 untuk sewa barang-barang jualan kami untuk pulang," bebernya.
Itu bisa terjadi karena sepinya pengunjung di lokasi UMKM berjualan. Salah satu pedagang di Alun-alun Bank Sulselbar yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian.
Baca juga:Sukses Gelar Pra Penas, Chaidir Syam Klaim 6.000 Pendatang Padati Maros
“Dari hari pertama sampai hari terakhir saya cuman dapat Rp300 ribu saja,” ujarnya saat ditemui, Senin (27/6/2022).
Dia mengatakan, dalam mengambil peran di perhelatan tingkat nasional ini, dia menyewa dua stan dengan harga Rp600 ribu.
“Saya sewa dua stan, satu stan itu harganya Rp300 ribu jadi totalnya Rp600 ribu, tapi tiap harinya saya cuma dapat Rp100 ribu, sampai hari terakhir saya belum balik modal,” katanya.
Dia mengeluh minimnya pendapatannya di Pra Penas ini lantaran jalan di Bougenvilee ditutup. Apalagi saat kedatangan menteri, jalan ditutup, sampai hari terakhir peserta Pra Penas yang datang kurang dari 10 orang. Makanya dia meminta panitia untuk mengembalikan separuh biaya dari sewa stan tersebut.
"Untuk sewa mobil saja Rp150 untuk sewa barang-barang jualan kami untuk pulang," bebernya.
Lihat Juga :