Sukses Gelar Pra Penas, Chaidir Syam Klaim 6.000 Pendatang Padati Maros
Minggu, 26 Juni 2022 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
"Persiapannya sangat mendadak, sangat cepat hanya satu setengah bulan saja, namun karena kekompakan panitia baik lokal hingga pusat, kegiatan ini bisa terselenggara," katanya.
Mantan Ketua DPRD itu pun menyambut baik ditunjuknya Maros sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini. Menurutnya, hal ini membawa dampak positif bagi Kabupaten Maros, utamanya bagi perekonomian.
" Kabupaten Maros didatangi hampir 6.000 orang, dan ini tentunya membawa dampak positif. Setidaknya mereka bersilaturahmi dengan warga Maros, mengunjungi tempat wisata di Kabupaten Maros, dan mudah-mudahan berbelanja di Kabupaten Maros," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pra Penas ini menjadi ajang untuk memperkuat konsolidasi emosional KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) untuk berjuang dengan mempersiapkan pangan yang cukup bagi bangsa Indonesia.
"Selain itu, di dalam Pra Penas ini, seperti biasa, menjadi wadah belajar dan mengajar, bertukar informasi, bahkan business matching juga terjadi di sini, terkait kekuatan pertanian di masing-masing daerah untuk bisa saling memberi input kepentingan KTNA ke depan," ujarnya.
Mantan Ketua DPRD itu pun menyambut baik ditunjuknya Maros sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini. Menurutnya, hal ini membawa dampak positif bagi Kabupaten Maros, utamanya bagi perekonomian.
" Kabupaten Maros didatangi hampir 6.000 orang, dan ini tentunya membawa dampak positif. Setidaknya mereka bersilaturahmi dengan warga Maros, mengunjungi tempat wisata di Kabupaten Maros, dan mudah-mudahan berbelanja di Kabupaten Maros," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pra Penas ini menjadi ajang untuk memperkuat konsolidasi emosional KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) untuk berjuang dengan mempersiapkan pangan yang cukup bagi bangsa Indonesia.
"Selain itu, di dalam Pra Penas ini, seperti biasa, menjadi wadah belajar dan mengajar, bertukar informasi, bahkan business matching juga terjadi di sini, terkait kekuatan pertanian di masing-masing daerah untuk bisa saling memberi input kepentingan KTNA ke depan," ujarnya.
Lihat Juga :