Wapres Serahkan Manfaat dan Beasiswa BPJamsostek Bagi Pekerja di Jambi

Sabtu, 18 Juni 2022 - 09:53 WIB
loading...
Wapres Serahkan Manfaat dan Beasiswa BPJamsostek Bagi Pekerja di Jambi
Wapres menyerahkan manfaat BPJamsostek kepada pekerja. Foto/Istimewa
A A A
JAMBI - Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin kembali melanjutkan kunjungan kerjanya ke beberapa wilayah di Indonesia. Setelah sebelumnya bertandang ke Kendari, Surabaya dan Pangkalpinang, kali ini Ma'ruf Amin mendatangi Kota Jambi.

Dalam kunjungannya itu, Wapres menyerahkan manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan ( BPJamsostek ) kepada 10 pekerja atau ahli warisnya, dengan total santunan mencapai Rp1,8 miliar.

Baca Juga: BPJamsostek Target Pekerja Sektor Jasa Konstruksi di Sulsel Jadi Peserta

Dalam kegiatan yang digelar di Halaman Rumah Dinas Gubernur tersebut, Ma'ruf Amin didampingi oleh Gubernur Jambi Al Haris dan Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagsel Eko Purnomo.

Sebelumnya, di Pangkalpinang Ma'ruf Amin bersama Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo juga menyerahkan manfaat serupa senilai Rp2,8 miliar.

Manfaat yang diserahkan tersebut terdiri dari santunan kematian akibat kecelakaan kerja (JKK), manfaat Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) serta beasiswa.

Selain itu, BPJamsostek juga memberikan santunan dan alat bantu (orthese) kepada pekerja yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja.

Menurut data dari BPJamsostek, total pembayaran manfaat kepada peserta dari seluruh program selama bulan Mei 2021 hingga Mei 2022 di Provinsi Jambi senilai Rp617 miliar dengan jumlah kasus lebih dari 46 ribu.

Dalam keterangannya Anggoro turut mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang menyuluruh bagi pekerja di Indonesia, salah satunya melalui Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2021.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Ma’ruf Amin yang telah secara simbolis menyerahkan manfaat program BPJamsostek kepada para peserta maupun ahliwarisnya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian," ungkapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1456 seconds (10.177#12.26)