Kunjungan Perdana Menteri Australia ke Sulsel Genjot Peluang Kerjasama
Selasa, 07 Juni 2022 - 18:41 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat menerima kunjungan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese MP. Foto: Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah pilihan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese MP, dalam kunjungan bilateral pertamanya ke Indonesia semenjak dilantik sebagai perdana menteri Australia ke-31 pada 23 Mei lalu.
Anthony Albanese MP, bertolak ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Selasa (7/6/2022), sehari usai bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat. Albanese didampingi beberapa menteri kabinetnya, di antaranya Menteri Luar Negeri Senator Penny Wong, Menteri Perdagangan Senator Don Farrell, Menteri Perindustrian Ed Husic, dan Anggota Solomon Luke Gosling OAM.
Baca Juga: Menyantap Kuliner Australia, Menyelami Budaya Australia
Saat tiba di Makassar, Albanese langsung menyambangi Universitas Hasanuddin (Unhas). Di hadapan sivitas akademika Unhas, Albanese bercerita keakraban antara Australia dan Makassar yang sudah terjalin sejak lama.
"Berabad-abad yang lalu, jalur laut di sini dan Australia utara hidup dengan perdagangan yang berkembang pesat. Setiap Desember, orang Yolngu di Arnhem Land akan melihat ke laut, menunggu cakrawala diisi dengan layar kapal Makassar. Hubungan panjang antara pelaut Makassar dan orang-orang Australia dibangun melalui perdagangan," katanya.
Albanese menyebutkan, Australia dan Makassar memiliki ikatan yang erat dari sektor pendidikan. Kata dia, Unhas memiliki ikatan yang kuat dengan catatan kerja sama yang panjang dengan universitas-universitas Australia termasuk Monash, Griffith, Melbourne, La Trobe dan Sydney.
Bahkan, ia mengapresiasi Rektor Universitas Hasanuddin, Professor Jamaluddin Jompa yang memperoleh gelar doktor dari James Cook University di Queensland.
Anthony Albanese MP, bertolak ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Selasa (7/6/2022), sehari usai bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat. Albanese didampingi beberapa menteri kabinetnya, di antaranya Menteri Luar Negeri Senator Penny Wong, Menteri Perdagangan Senator Don Farrell, Menteri Perindustrian Ed Husic, dan Anggota Solomon Luke Gosling OAM.
Baca Juga: Menyantap Kuliner Australia, Menyelami Budaya Australia
Saat tiba di Makassar, Albanese langsung menyambangi Universitas Hasanuddin (Unhas). Di hadapan sivitas akademika Unhas, Albanese bercerita keakraban antara Australia dan Makassar yang sudah terjalin sejak lama.
"Berabad-abad yang lalu, jalur laut di sini dan Australia utara hidup dengan perdagangan yang berkembang pesat. Setiap Desember, orang Yolngu di Arnhem Land akan melihat ke laut, menunggu cakrawala diisi dengan layar kapal Makassar. Hubungan panjang antara pelaut Makassar dan orang-orang Australia dibangun melalui perdagangan," katanya.
Albanese menyebutkan, Australia dan Makassar memiliki ikatan yang erat dari sektor pendidikan. Kata dia, Unhas memiliki ikatan yang kuat dengan catatan kerja sama yang panjang dengan universitas-universitas Australia termasuk Monash, Griffith, Melbourne, La Trobe dan Sydney.
Bahkan, ia mengapresiasi Rektor Universitas Hasanuddin, Professor Jamaluddin Jompa yang memperoleh gelar doktor dari James Cook University di Queensland.
Lihat Juga :