Diterjang Hujan Lebat, 11 Kelurahan di Kendal Kebanjiran
Selasa, 07 Juni 2022 - 14:42 WIB
loading...
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Senin (6/6/2022) malam, mengakibatkan ratusan rumah di 11 kelurahan terendam banjir. Foto/iNews TV/Eddie Prayitno
A
A
A
KENDAL - Banjir merendam ratusan rumah warga di 11 kelurahan yang ada di Kabupaten Kendal, Jateng. Banjir dari luapan Sungai Kendal tersebut, terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, sejak Senin (6/6/2022) malam.
Baca juga: Banjir Bandang Ciwidey Hancurkan Belasan Rumah, Berikut Datanya
Salah satu titik yang direndam banjir luapan Sungai Kendal, adalah Jalan Pahlawan di Kelurahan Langenharjo. Air masuk ke ratusan rumah warga, dengan ketinggian 5-20 cm, hingga mengganggu aktivitas warga.
Salah rumah warga yang terendam banjir, adalah milik Ahmad Zaini. "Banjir kali ini merupakan banjir terparah yang dialaminya. Air meluap pada Selasa (7/6/2022) dini hari, dan langsung masuk ke rumah," ujarnya, Selasa (7/6/2022).
Baca juga: Pesta Miras Berujung Pembunuhan Sadis, MW Diringkus Polisi Setelah 11 Tahun Buron
Menurutnya, air sungai dengan cepat meluap ke rumah warga karena kondisinya sangat dangkal akibat sedimentasi. "Kami berharap pemerintah segera melakukan pengerukan, untuk mengurangi dampak luapan air sungai," tutur Zaini.
Baca juga: Banjir Bandang Ciwidey Hancurkan Belasan Rumah, Berikut Datanya
Salah satu titik yang direndam banjir luapan Sungai Kendal, adalah Jalan Pahlawan di Kelurahan Langenharjo. Air masuk ke ratusan rumah warga, dengan ketinggian 5-20 cm, hingga mengganggu aktivitas warga.
Salah rumah warga yang terendam banjir, adalah milik Ahmad Zaini. "Banjir kali ini merupakan banjir terparah yang dialaminya. Air meluap pada Selasa (7/6/2022) dini hari, dan langsung masuk ke rumah," ujarnya, Selasa (7/6/2022).
Baca juga: Pesta Miras Berujung Pembunuhan Sadis, MW Diringkus Polisi Setelah 11 Tahun Buron
Menurutnya, air sungai dengan cepat meluap ke rumah warga karena kondisinya sangat dangkal akibat sedimentasi. "Kami berharap pemerintah segera melakukan pengerukan, untuk mengurangi dampak luapan air sungai," tutur Zaini.
Lihat Juga :