Kantor DPKP Kota Mojokerto Disatroni Maling, Tas Berisi Laptop Raib

loading...
Kantor DPKP Kota Mojokerto Disatroni Maling, Tas Berisi Laptop Raib
Dandi Angga Risandi, staf DPKP Kota Mojokerto menunjukan lokasi tas berisi laptop yang dicuri.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
MOJOKERTO - Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Mojokerto disatroni maling. Sebuah tas berisi laptop milik instansi tersebut raib dibawa pencuri.

Aksi pencurian itu sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, nampak seorang pria mengenakan jaket hitam menyatroni kantor DPKP yang beralamat di Jalan Benteng Pancasila, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sekira pukul 06.50 WIB.

Awalnya, pria tersebut nampak mengendarai sepeda motor dan berhenti di depan kantor DPKP. Selanjutnya, pencuri itu berjalan masuk ke halaman kantor DPKP. Setelah mengamati dari balik kaca jendela, pencuri yang mengenakan masker warna merah itu langsung masuk ke dalam kantor.

Kemudian, pencuri itu langsung menuju meja di paling pojok ruangan DPKP Kota Mojokerto. Ia lantas mengambil tas warna hitam. Selanjutnya, pria tersebut bergegas keluar dengan membawa tas yang belakangan diketahui berisi satu unit laptop inventaris DPKP Kota Mojokerto itu.



"Yang diambil laptop milik inventaris kantor. Tapi di dalam tas itu ada dompet, kartu ATM, buku tabungan dan STNK motor milik Dandi (Pegawai DPKP)," kata Plt Sekretaris DPKP Kota Mojokerto, Muraji, Selasa (23/6/2020).(Baca juga: Pemkot Surabaya Diduga Sembunyikan Data Korban Meninggal PDP )

Peristiwa pencurian ini, kata Muraji, terjadi saat kondisi kantor dalam keadaan sepi. Ketika itu, hanya ada seorang staf pegawai bernama Dandi Angga Risandi yang sedang berada di belakang. Kala itu, pemuda berusia 22 tahun tersebut, tengah membuat kopi untuk dirinya sendiri.

"Ketika itu, ditinggal buat kopi sama Dandi. Di kantor itu hanya ada dia. Nah, kebetulan saat itu penjaga juga sudah pulang. Jadi kondisinya memang sepi," imbuhnya.



Sementara itu, Dandi yang ditemui di kantor dinasnya mengaku, baru mengetahui ada pencuri masuk ke kantor DPKP Kota Mojokerto sesaat setelah membuat kopi. Kala itu, ia tidak menemukan tas rangsel berisi laptop asus warna yang sebelumnya diletakan Dandi di bawah meja kerjanya.

"Kejadinya cukup cepat, saya saja sempet berfikir kena prank. Tapi setelah saya tanyakan kepada tukang kebun teryata tidak tau. Begitu saya cek di CCTV ternyata ada pencuri yang masuk ke sini," terang Dandi.(Baca juga: 40 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Darurat dr Soegiri Lamongan )

Akibat aksi pencurian itu, kantor DPKP Kota Mojokerto merugi hingga Rp10 juta. Selain itu, data-data pekerjaan Dandi yang disimpan di dalam laptop maupun flashdisk juga hilang. Kasus pencurian inipun sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Laptop dan flashdisk berisi file-file pekerjaan saya. Salah satunya data pencairan anggaran. Karena saya juga membantu pekerjaan bendahara," tandas Dandi.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top