Penyelundupan Obat Terlarang ke Lapas Watampone Digagalkan, Begini Kronologisnya

Kamis, 02 Juni 2022 - 21:03 WIB
loading...
Penyelundupan Obat Terlarang ke Lapas Watampone Digagalkan, Begini Kronologisnya
Petugas Lapas Kelas II Watampone, Kabupaten Bone, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan obat-obat terlarang. Foto/Istimewa
A A A
BONE - Petugas Lapas Kelas II Watampone, Kabupaten Bone, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan obat-obat terlarang. Sebanyak 500 butir obat penenang jenis Grantusif yang mengandung Dextromethorphan berhasil diamankan dari seorang penjenguk.

Upaya penyelundupan obat terlarang itu diketahui terjadi pada Rabu (1/6/2022) siang. Namun, berkat kesigapan dan kejelian petugas akhirnya berhasil digagalkan.

Baca Juga: Kapolres Bone Ajak Masyarakat Ikut Perangi Narkoba

Bermula dari kunjungan seorang penjenguk berinisial AA yang mengendarai sepeda motor. Petugas yang curiga melihat gerak-gerik wanita itu lantas melakukan pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan itu, petugas Lapas Watampone mendapati 500 butir obat terlarang jenis Grantusif. Rencananya obat-obatan itu hendak diberikan kepada seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial TN yang mendekam di Lapas Watampone.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Watampone, Rustan, menyampaikan penjenguk yang kedapatan membawa obat terlarang itu sempat dimintai keterangan dan pihaknya juga sudah melaporkan ke pimpinan. Setelahnya, pihaknya lantas berkoordinasi dengan kepolisian untuk proses hukum selanjutnya.

"Kami berkoordinasi dengan unit narkoba Polres Bone terkait temuan tersebut untuk kita lakukan penyerahan barang bukti dan pihak terlibat dalam upaya percobaan penyelundupan narkotika," kata Rustan, dalam keterangan persnya, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga: Operasi Penggerebekan di Lacokkong Bone, Polisi Tangkap Bandar Narkoba

Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Saripuddin, menambahkan keberhasilan menggagalkan penyelundupan obat-obat terlarang itu merupakan bukti nyata atas komitmen pihaknya dalam memerangi narkoba dan psikotropika.

"Kami berkomitmen untuk terus berupaya perang melawan narkotika dengan rutin melakukan pemeriksaan ketat kepada pengunjung," tuturnya.

Sekadar diketahui, Grantusif merupakan obat yang mengandung Dextromethorphan. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam dosis tinggi, obat jenis ini dapat mengakibatkan pengguna mengalami euforia dan halusinasi.
(tri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1843 seconds (11.97#12.26)