Kasus Ancaman Patahkan Leher Wali Kota Medan Berakhir Damai

Selasa, 10 Mei 2022 - 21:21 WIB
loading...
Kasus Ancaman Patahkan Leher Wali Kota Medan Berakhir Damai
Kasus pengancaman mematahkan leher Wali Kota Medan, Bobby Nasution oleh Rizkan Putra, berujung damai di Polrestabes Medan. Foto/iNews TV/Adi Palapa Harahap
A A A
MEDAN - Rekaman video aksi Rizkan Putra menganiaya juru parkir di Kota Medan, serta mengancam akan mematahkan leher Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sempat viral di media sosial (Medsos). Pelaku pengancaman, juga telah diringkus oleh Satreskrim Polrestabes Medan.

Baca juga: Sidak Kantor Lurah di Hari Pertama Kerja Usia Libur Lebaran, Bobby Nasution Dibuat Murka

Dalam rekaman video amatir yang sempat direkam korban, hingga viral di medsos. Terlihat seorang pria berambut gondrong, dan mengenakan kacamata marah-marah kepada juru parkir di kawasan Jalan Rahmadsyah. Juru parkir meminta e-parking kepada pelaku, namun ditolak oleh pelaku.



Bahkan, pelaku marah-marah kepada juru parkir tersebut, dan mengancam untuk mematahkan leher Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Pelaku sempat menganiaya juru parkir tersebut, dengan menutup kaca mobilnya hingga tangan korban terjepit kaca, dan sempat terseret mobil pelaku.

Baca juga: Firasat Buruk Polwan Cantik Briptu Suci Muncul Lewat Mimpi, Temukan Fakta Suami Selingkuh hingga Punya Anak

Setelah melalui sekian proses di Polrestabes Medan, kedua belah pihak akhirnya sepakat melakukan perdamaian. Korban petugas e-parking yang melaporkan kasusnya ke polisi, akan mencabut laporannya dan kasusnya diselesaikan keadilan restoratif.

Kasus Ancaman Patahkan Leher Wali Kota Medan Berakhir Damai


Proses perdamaian yang digelar di Polrestabes Medan tersebut, juga dihadiri Bobby Nasution. Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda menyatakan, penghentian kasus hukum dengan keadilan restoratif itu sesuai dengan Peraturan Kapolri No. 8/2021.

Baca juga: Inilah Tampang Anggota Geng Motor Sukabumi yang Sadis Habisi Nyawa Pemuda Pakai Celurit

Tersangka yang sempat menjalani penahanan untuk kepentingan penyelidikan, akan segera dibebaskan dan dipulangkan untuk kembali berkumpul dengan keluarganya. "Apabila proses administrasinya selesai, maka bisa langsung dipulangkan," Pungkas Valentino.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1687 seconds (10.101#12.26)