Waduh! ATM dan Kartu Kredit Dibobol, Warga Bandung Kehilangan Uang Rp375 Juta

Selasa, 10 Mei 2022 - 14:54 WIB
loading...
Waduh! ATM dan Kartu Kredit Dibobol, Warga Bandung Kehilangan Uang Rp375 Juta
Warga Bandung, Dicky Toha harus kehilangan tabungannya Rp375 juta hanya dalam waktu dua jam setelah menjadi korban pembobolan ATM dan kartu kredit bermodus telepon call center. Foto/Ilustrasi
A A A
BANDUNG - Peristiwa nahas dialami warga Bandung, Dicky Toha yang mengaku, kehilangan uang ratusan juta rupiah hanya dalam hitungan jam.

Pria 45 tahun yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu menjadi korban pembobolan ATM dan kartu kredit dengan modus call center.

Menurut Dicky, peristiwa itu bermula saat dirinya menerima telepon dari pelaku yang menggunakan nomor resmi call center bank yang menginformasikan bahwa telepon genggam (hp) dan kartu kreditnya tengah diretas pada 25 April 2022 lalu.

Baca juga: Fakta fakta Polwan Cantik Briptu Suci Ditipu PNS, Nomor 1 Bikin Menyesal Seumur Hidup

"Saya ditelpon dari nomor resmi Bank Mega (Mega Call Centre +08041500010) dan diinfokan bahwa pada saat itu, hp dan kartu kredit Bank Mega saya sedang diretas," ungkap Dicky, Selasa (10/5/2022).

Kemudian, lanjut Dicky, dirinya menerima 10 pesan singkat (sms) notifikasi dari bank tersebut yang mengindikasikan adanya 10 upaya pembobolan dengan 10 permintaan nomor on time password (OTP).

"Oknum petugas yang menelepon meminta saya untuk memblokir kartu kredit tersebut dan katanya akan ada email notifikasi di inbox dan saya diminta untuk mengklik, tapi tidak bisa diklik," katanya.

Pelaku kemudian meminta Dicky untuk mengecek spam di emailnya karena akan dikirimkan email khusus. Selain itu, Dicky diminta meng-klik serta mengisi data yang diminta dari email bank tersebut serta diminta melaporkan 10 sms notifikasi.

"Terdapat hasil 9 transaksi berhasil diblok dan satu transaksi di Bank Mega lolos senilai Rp9.902.420 di blibli.com dan kedua kartu kredit berhasil diblokir dan ada satu email konfirmasi masuk yang mengatakan bahwa kartu kredit berhasil diblokir," bebernya.

"Sehingga, saya percaya bahwa mereka dari Bank Mega, apalagi telepon berlangsung 3 kali hampir lebih dari 90 menit," sambung Dicky.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1911 seconds (11.210#12.26)