Peringati Hari Kartini, RS Siloam Balikpapan Gelar Edukasi Reproduksi Wanita

Jum'at, 22 April 2022 - 21:43 WIB
loading...
Peringati Hari Kartini, RS Siloam Balikpapan Gelar Edukasi Reproduksi Wanita
Peringati Hari Kartini, RS Siloam Balikpapan gelar edukasi tentang reproduksi wanita. Foto ist
A A A
BALIKPAPAN - Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Rumah Sakit (RS) Siloam Balikpapan menggelar edukasi mengenai kesehatan reproduksi wanita di lobby RS dan juga disiarakan melalui akun Instagram @siloambalikpapan. Hadir sebagai pemateri dalam edukasi ini adalah dr Noviana Indarti, Sp. OG (K), MH, dokter di RS Siloam Balikpapan.

Dokter Noviana mengatakan, kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi di mana tubuh wanita sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta dapat memahami organ dan fungsi reproduksinya. Kesehatan reproduksi, lanjutnya, penting untuk disosialisasikan supaya dapat meningkatkan kesadaran wanita dalam mengatur fungsi dan proses reproduksi.

"Selain itu, edukasi ini diharapkan dapat membekali wanita tentang pengetahuan yang benar sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Siloam Hospitals Balikpapan tersebut. Baca juga: Perayaan Hari Kartini, Ini 9 Srikandi dari Politeknik Negeri Jakarta



Dokter Noviana memberikan pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, pengenalan sistem dan alat reproduksi, pendewasaan dalam usia perkawinan, dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada wanita. "Ini penting supaya wanita dapat lebih mengenal diri sendiri," pungkasnya.

Menurutnya, narkoba dan penggunaan minuman keras dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. “Biasanya penggunaan narkoba dan miras dapat membuat pikiran menjadi kacau. Dari beberapa kasus yang ditangani, setelah (minum) miras, itu bisa saja melakukan hubungan seksual dan terjadi kehamilan di luar nikah,” tutur dr Noviana.

Selain itu, media sosial pun juga dapat memberikan dampak negatif dan misinformasi dalam hal mengenal sistem reproduksi, terutama bagi anak-anak di bawah umur. "Maka dari itu, mengenal dan menjaga kesehatan reproduksi merupakan edukasi yang penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat," tambahnya.

Jika tidak dijaga dengan baik, sambungnya, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berpengaruh pada organ reproduksi. Beberapa penyakit di antaranya, yaitu gonore dengan gejala rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah. Baca juga: Fosil Berusia 100 Juta Tahun Mengungkap Udang Peri Betina Bereproduksi Tanpa Pejantan

"Sifilis atau raja singa, penyakit menular seksual dengan gejala yang samar, salah satunya dapat diketahui jika terdapat luka lecet pada alat kelamin. Herpes kelamin yang ditandai dengan nyeri dan luka pada alat kelamin. Klamidia yang ditandai dengan keputihan berlebihan dan bercak darah," jelasnya.

Selain penyakit menular seksual tersebut, Noviana juga menyebutkan beberapa penyakit lainnya, seperti HIV dan AIDS, tumor, miom (tumor di rahim), kista, dan kanker serviks. Menurutnya, langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit menular seksual adalah dengan menghindari faktor risiko, seperti tidak melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang berbeda-beda.

"Tidak menikah terlalu dini untuk menghindari ketidaksiapan tubuh dalam melakukan aktivitas seksual dan proses kehamilan. Vaksinasi dan pap smear juga perlu dilakukan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim. Jika terdapat gejala sakit pada organ reproduksi dan berlangsung dalam waktu yang lama, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," beber Noviana.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3416 seconds (10.177#12.26)