Petasan Meledak Hancurkan 1 Rumah di Jogjakarta, Begini Penampakan Tim Jibom Menyisir TKP
Jum'at, 22 April 2022 - 20:34 WIB
loading...
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda DIY, menyisir lokasi ledakan petasan di wilayah Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Foto/iNews TV/Gunanto Farhan
A
A
A
SLEMAN - Ledakan hebat mengagetkan warga di wilayah Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (22/4/2022). Sebuah rumah nampak hancur berantakan, akibat ledakan yang disebabkan oleh petasan tersebut.
Baca juga: Tim Jibom Gegana Brimob Polda DIY Olah TKP Ledakan Petasan di Sleman
Polisi masih menyelidiki kasus ledakan petasan yang menghancurkan satu rumah ini. Bahkan, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda DIY, turut dikerahkan untuk melakukan sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim Jibom nampak begitu berhati-hati saat berada di reruntuhan rumah tersebut, karena masih banyak ditemukan bahan berbahaya, yang dikawatirkan sewaktu-waktu bisa meledak dan menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: Miris! Penampakan Pelajar Batam Terlibat Bisnis Kenikmatan Ranjang, Ada yang Masih Pakai Handuk
Dengan teliti dan menggunakan pengaman badan serta kepala, para anggota Brimob tersebut nampak menyisir seluruh bagian reruntuhan bangunan. Proses penyisiran bahan peledak ini, juga menarik perhatian masyarakat sekitar, mereka berkerumun di dekat TKP untuk menyaksikan.
![Petasan Meledak Hancurkan 1 Rumah di Jogjakarta, Begini Penampakan Tim Jibom Menyisir TKP]()
Sejumlah bahan dasar untuk pembuatan bubuk petasan ditemukan di antara reruntuhan bangunan. Bahan-bahan tersebut diduga masih aktif dan dapat meledak. Selain itu, petugas juga menemukan selongsong petasan yang sudah terbakar.
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, 3 Pasangan Mesum Digerebek Satpol PP saat Asyik Saling Tindih Tanpa Baju
Wadanden Gegana Satbrimob Polda DIY, AKP Suripto menyatakan, dari hasil sterilisasi ditemukan tiga unsur bahan berbahaya, yaitu sulfur, borak dan arang. "Apabila diramu atau diracik dengan perbandingan yang sesuai, dapat menimbulkan ledakan low eksplosif," tuturnya.
![Petasan Meledak Hancurkan 1 Rumah di Jogjakarta, Begini Penampakan Tim Jibom Menyisir TKP]()
Rumah tersebut digunakan untuk membuat dan menyimpan bahan petasan, serta petasan yang sudah jadi. Ledakan yang mengakibatkan satu rumah roboh rata dengan tanah tersebut, diduga karena kondisi suhu udara panas, di mana atap rumah di dominasi oleh seng.
Baca juga: Miris! Penampakan Pelajar Batam Terlibat Bisnis Kenikmatan Ranjang, Ada yang Masih Pakai Handuk
Sementara itu, penyidik kepolisian dari Polres Sleman, hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pemilik barang berbahaya tersebut.
Baca juga: Tim Jibom Gegana Brimob Polda DIY Olah TKP Ledakan Petasan di Sleman
Polisi masih menyelidiki kasus ledakan petasan yang menghancurkan satu rumah ini. Bahkan, Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satbrimob Polda DIY, turut dikerahkan untuk melakukan sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim Jibom nampak begitu berhati-hati saat berada di reruntuhan rumah tersebut, karena masih banyak ditemukan bahan berbahaya, yang dikawatirkan sewaktu-waktu bisa meledak dan menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: Miris! Penampakan Pelajar Batam Terlibat Bisnis Kenikmatan Ranjang, Ada yang Masih Pakai Handuk
Dengan teliti dan menggunakan pengaman badan serta kepala, para anggota Brimob tersebut nampak menyisir seluruh bagian reruntuhan bangunan. Proses penyisiran bahan peledak ini, juga menarik perhatian masyarakat sekitar, mereka berkerumun di dekat TKP untuk menyaksikan.

Sejumlah bahan dasar untuk pembuatan bubuk petasan ditemukan di antara reruntuhan bangunan. Bahan-bahan tersebut diduga masih aktif dan dapat meledak. Selain itu, petugas juga menemukan selongsong petasan yang sudah terbakar.
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, 3 Pasangan Mesum Digerebek Satpol PP saat Asyik Saling Tindih Tanpa Baju
Wadanden Gegana Satbrimob Polda DIY, AKP Suripto menyatakan, dari hasil sterilisasi ditemukan tiga unsur bahan berbahaya, yaitu sulfur, borak dan arang. "Apabila diramu atau diracik dengan perbandingan yang sesuai, dapat menimbulkan ledakan low eksplosif," tuturnya.

Rumah tersebut digunakan untuk membuat dan menyimpan bahan petasan, serta petasan yang sudah jadi. Ledakan yang mengakibatkan satu rumah roboh rata dengan tanah tersebut, diduga karena kondisi suhu udara panas, di mana atap rumah di dominasi oleh seng.
Baca juga: Miris! Penampakan Pelajar Batam Terlibat Bisnis Kenikmatan Ranjang, Ada yang Masih Pakai Handuk
Sementara itu, penyidik kepolisian dari Polres Sleman, hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pemilik barang berbahaya tersebut.
(eyt)
Lihat Juga :